Pengembangan Jalur Stasiun Bogor Dimulai, Tiga Peron Ditutup Sementara

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Pengembangan Jalur Stasiun Bogor Dimulai, Tiga Peron Ditutup Sementara

Perpanjangan Jalur 6-8 Stasiun Bogor Berlangsung 90 Hari, Jadwal KRL Disesuaikan

- Advertisement -

Dukung KRL SF12, Infrastruktur Stasiun Bogor Ditingkatkan hingga Juli 2026

 

JCCNetwork.id-Pekerjaan pengembangan infrastruktur perkeretaapian di Stasiun Bogor resmi dimulai pada Rabu (15/4/2026). Proyek ini mencakup perpanjangan jalur 6, 7, dan 8 yang ditargetkan rampung dalam waktu 90 hari guna mendukung operasional Kereta Rel Listrik (KRL) dengan rangkaian 12 kereta (SF12).

- Advertisement -

 

Sebelumnya, jalur tersebut hanya mampu melayani Commuter Line dengan stamformasi maksimal 10 kereta (SF10). Dengan adanya pengembangan ini, kapasitas layanan di Stasiun Bogor diharapkan meningkat signifikan.

 

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan selama masa pengerjaan, jalur 6, 7, dan 8 tidak akan melayani aktivitas naik dan turun penumpang.

“Selama periode pekerjaan mulai 15 April 2026, pengguna Commuter Line Bogor hanya akan dilayani di peron jalur 2-3 dan 4-5,” ujar Karina dalam keterangan tertulis.

 

Untuk mendukung mobilitas penumpang, KAI Commuter akan menyediakan fasilitas sementara berupa selasar dan jalur penyeberangan rel dari pintu masuk sisi barat, tepatnya dari arah Jalan Kapten Muslihat menuju peron jalur 2 hingga 5.

Selain itu, akses keluar-masuk (tap in/out) di hall barat stasiun akan diatur secara situasional, terutama saat jam sibuk.

Penumpang yang datang dari sisi selatan juga dapat memanfaatkan jembatan penyeberangan orang (JPO) Stasiun Bogor Paledang untuk menuju peron keberangkatan.

Selama penutupan tiga jalur tersebut, KAI Commuter juga melakukan penyesuaian terhadap 31 jadwal perjalanan Commuter Line Bogor, dengan perubahan waktu keberangkatan dan kedatangan sekitar 2 hingga 3 menit dari jadwal sebelumnya. Sementara itu, jadwal perjalanan lainnya tetap berjalan normal.

Karina menjelaskan, proyek perpanjangan jalur ini merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi peningkatan volume penumpang di Stasiun Bogor yang terus mengalami pertumbuhan.

Saat ini, stasiun tersebut menjadi salah satu yang tersibuk di wilayah Jabodetabek dengan rata-rata 98 ribu hingga 100 ribu pengguna setiap harinya.

KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pembangunan berlangsung. Perusahaan juga memastikan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan pengguna.

Pengguna Commuter Line diimbau untuk menyesuaikan jadwal perjalanan serta mengikuti arahan petugas dan rambu informasi yang tersedia di area stasiun.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Lihat Persoalan Infrastruktur Secara Utuh, Jalan Randublatung-Cepu Rusak Akumulasi Masalah Bertahun-Tahun Bukan Semata Kinerja Gubernur Saat Ini

JCCNetwork.id-  Budayawan sekaligus pemerhati Jawa Tengah Budiyanto Hadinogoro menanggapi munculnya aksi protes warga di ruas jalan Randublatung–Cepu. Baginya publik juga perlu melihat persoalan ini...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER