Dua Kilang LPG Baru Siap Beroperasi 2026

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan penambahan pasokan liquefied petroleum gas (LPG) nasional melalui pengoperasian dua fasilitas produksi baru pada tahun 2026. Kedua proyek tersebut diproyeksikan mulai beroperasi dalam waktu dekat dengan total kapasitas mendekati 200 metrik ton per hari.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa salah satu proyek utama, LPG Plant Cilamaya yang dikelola PT Energi Nusantara Perkasa, telah memasuki tahap akhir pembangunan. Hingga saat ini, progres konstruksi fasilitas tersebut telah mencapai sekitar 92,9 persen.

- Advertisement -

Menurut Djoko, penyelesaian proyek kini difokuskan pada instalasi area proses, jaringan perpipaan, serta fasilitas terminal pendukung. Setelah beroperasi, kilang ini ditargetkan mampu memproduksi LPG sebesar 163 metrik ton per hari atau setara dengan 1.891 barel oil per day (BOPD).

Selain Cilamaya, fasilitas lain yang juga segera beroperasi adalah LPG Plant Tuban milik PT Sumber Aneka Gas. Proyek ini saat ini berada pada tahap commissioning dan dijadwalkan mulai beroperasi pada April 2026. Kapasitas produksi dari fasilitas ini diperkirakan mencapai 30 metrik ton per hari atau sekitar 348 BOPD.

Djoko menegaskan, kedua proyek tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya untuk memenuhi kebutuhan LPG domestik yang terus meningkat.

- Advertisement -

“Pada April ini kita targetkan peresmian LPG Plant Cilamaya dengan kapasitas sekitar 163 metrik ton per hari, serta LPG Plant Tuban sebesar 30 metrik ton per hari. Jadi totalnya kurang lebih 200 metrik ton per hari,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (8/4/2026).

Tidak hanya berhenti pada proyek yang segera beroperasi, SKK Migas juga tengah menyiapkan sejumlah pengembangan fasilitas LPG baru dengan kapasitas lebih besar. Salah satunya adalah LPG Plant Jambi Merang yang dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 320 metrik ton per hari.

Proyek Jambi Merang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II 2027. Saat ini, proyek tersebut telah menyelesaikan proses tender dan memasuki tahap evaluasi untuk akuisisi kilang eksisting sebagai bagian dari pengembangannya.

Selain itu, SKK Migas juga tengah mempersiapkan pengembangan LPG Plant Senoro dengan kapasitas sekitar 54 metrik ton per hari. Fasilitas ini direncanakan beroperasi pada 2027, dengan pembangunan mencakup instalasi flare gas recovery yang ditargetkan rampung pada kuartal II 2026.

Lebih lanjut, terdapat pula rencana tambahan pengembangan LPG Plant di wilayah Jawa Timur dengan potensi kapasitas sekitar 50 metrik ton per hari. Proyek tersebut saat ini masih dalam tahap kajian skema pengembangan serta aspek komersialisasi.

Djoko menambahkan, seluruh rencana pengembangan fasilitas LPG tersebut masih menunggu arahan lanjutan serta peresmian dari Presiden sebagai bagian dari kebijakan strategis sektor energi nasional.

“Rencana ini tinggal menunggu arahan dan peresmian oleh Bapak Presiden,” pungkas Djoko.

Dengan tambahan sejumlah fasilitas baru ini, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG sekaligus memperkuat pasokan energi dalam negeri secara berkelanjutan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Deretan Tamparan Paling Menghebohkan

JCCNetwork.id- Pernah kebayang nggak sebuah tamparan bisa mengguncang dunia? Di tengah ramainya isu “tamparan” yang berseliweran di media sosial beberapa hari ini, ternyata peristiwa...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER