Rupiah Menguat di Tengah Pelemahan Fundamental Ekonomi AS

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id-Penguatan nilai tukar rupiah tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kebijakan tarif perdagangan, tetapi juga oleh melemahnya fundamental ekonomi Amerika Serikat. Kondisi ini dinilai turut menekan pergerakan dolar AS di pasar global.

Analis mata uang Lukman Leong menyebut perlambatan ekonomi Negeri Paman Sam menjadi beban tambahan bagi dolar.

- Advertisement -

Menurut dia, ketidakpastian arah kebijakan masih membayangi pasar, terutama setelah Presiden Donald Trumptetap bersikeras mempertahankan kebijakan tarifnya.

“Dampak sebenarnya masih belum sepenuhnya jelas karena Trump masih ngotot. Namun, setidaknya ini menjadi keputusan yang relatif positif bagi dunia,” ujar Lukman.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi AS yang melambat dipicu sejumlah faktor, di antaranya penutupan sebagian aktivitas pemerintah (government shutdown) serta menurunnya daya beli masyarakat sebagai imbas kebijakan tarif.

- Advertisement -

Kondisi tersebut berdampak pada konsumsi domestik yang selama ini menjadi motor utama perekonomian AS.

“Sebagian besar dipengaruhi oleh shutdown pemerintah dan daya beli yang melemah akibat tarif,” katanya.

Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi dinamika global.

Kebijakan moneter AS, termasuk arah suku bunga bank sentral, serta perkembangan geopolitik menjadi faktor penentu berikutnya.

Selama tekanan terhadap dolar AS berlanjut, rupiah dinilai berpeluang mempertahankan tren penguatan.

Meski demikian, pelaku pasar dan investor diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas.

Sentimen baru dari AS sewaktu-waktu dapat memicu perubahan arah pasar secara cepat dan signifikan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Demo 50 Ribu Buruh, Rute Transjakarta Berubah

JCCNetwork.id- Puluhan ribu buruh dari sejumlah wilayah penyangga Jakarta dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (24/9). Konsentrasi massa diperkirakan berada...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER