JCCNetwork.id-Seorang perempuan berinisial YP (45), warga Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, meninggal dunia setelah mengalami kondisi darurat kesehatan seusai melaksanakan salat Magrib di sela kegiatan karnaval sound horeg di Dusun Besole, Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Sabtu (19/9/2026).
Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Muheni mengatakan korban sempat mengalami kejang dan kehilangan kesadaran setelah salat.
Saat kejadian, kegiatan karnaval tengah dihentikan sementara untuk memberikan kesempatan kepada peserta dan warga menjalankan ibadah.
Menurut keterangan polisi, YP masih mengenakan mukena dan duduk setelah salat untuk berdoa.
Tidak lama kemudian, korban tiba-tiba terjatuh dan mengalami kejang-kejang.
Suami korban bersama warga langsung memberikan pertolongan.
Tim kesehatan dari Puskesmas Kademangan yang berada di sekitar lokasi juga segera didatangkan untuk memeriksa kondisi korban.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan denyut nadi korban lemah dan korban tidak sadarkan diri.
YP selanjutnya dibawa ke RS Medika Utama Kanigoro untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis.
“Petugas kemudian melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk suami korban,” jelas Muheni, Senin (21/9/2026).
Polisi menyebut dugaan awal korban meninggal akibat kondisi medis, termasuk kemungkinan serangan jantung.
Berdasarkan keterangan keluarga, YP diketahui memiliki indikasi gangguan jantung dan beberapa kali mengalami keluhan berupa jantung berdebar.
Polisi masih mendalami keterangan saksi dan informasi terkait kondisi korban untuk memastikan kronologi kejadian.
























