JCCNetwork.id- Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan berlapis untuk mengantisipasi 73 kegiatan penyampaian aspirasi atau unjuk rasa yang berlangsung di wilayah hukum DKI Jakarta dan sekitarnya, Kamis (24/9). Sebanyak 26.386 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga keamanan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Personel yang dilibatkan dalam pengamanan tersebut berasal dari unsur kepolisian, TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta pengamanan dalam (Pamdal) DPR-MPR. Ribuan petugas ditempatkan di sejumlah lokasi yang diperkirakan menjadi pusat konsentrasi massa.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pengamanan diprioritaskan di sejumlah kawasan yang menjadi titik berlangsungnya aksi massa.
Di kawasan Monumen Nasional (Monas) hingga Silang Selatan, misalnya, kepolisian menempatkan sekitar 4.020 personel. Sementara itu, kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Dukuh Atas, hingga Jalan Thamrin mendapat pengamanan sebanyak 4.051 personel.
Adapun kawasan Gedung DPR/MPR menjadi salah satu titik dengan konsentrasi pengamanan cukup besar. Sebanyak 3.663 personel disiapkan untuk mengantisipasi kegiatan penyampaian aspirasi di lokasi tersebut.
Pengamanan tidak hanya dipusatkan pada tiga kawasan utama. Aparat juga disebar ke sejumlah lokasi lain yang dinilai membutuhkan perhatian, termasuk kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dengan 296 personel.
Kemudian, sebanyak 197 personel ditempatkan di sekitar Kementerian Pertanian dan kawasan Danantara. Sementara kawasan Komnas HAM dan Pengadilan Tinggi mendapat dukungan pengamanan sebanyak 102 personel.
Selain menjaga lokasi aksi, Polda Metro Jaya juga memberikan perhatian terhadap kelancaran arus lalu lintas. Sebanyak 2.055 personel kepolisian lalu lintas telah disiagakan sejak pukul 05.00 WIB.
Petugas lalu lintas tersebut disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan, kepadatan, maupun kemungkinan perubahan arus akibat adanya konsentrasi massa di sejumlah ruas jalan.
Budi mengimbau masyarakat yang hendak melakukan perjalanan di Jakarta untuk memperhitungkan kondisi lalu lintas dan memilih jalur alternatif. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada pengguna jalan yang akan melintas di sekitar lokasi penyampaian aspirasi.
Bagi masyarakat dari wilayah Jakarta Barat yang hendak menuju kawasan Monas, kepolisian mengarahkan penggunaan jalur Tomang dan Harmoni. Sementara warga dari Jakarta Selatan dapat mempertimbangkan rute melalui Jalan Tendean dan Tugu Tani.
Adapun masyarakat dari Jakarta Timur diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Jatinegara dan Kramat Raya untuk menghindari kawasan yang berpotensi mengalami kepadatan.
Kepolisian juga telah memetakan sejumlah elemen massa yang akan mengikuti aksi di beberapa lokasi. Di kawasan Dukuh Atas, tepatnya di depan Gedung UOB, aksi dijadwalkan melibatkan kelompok buruh yang dipimpin Andi Gani Nena Wea.
Kegiatan penyampaian aspirasi di kawasan tersebut dijadwalkan mulai berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB.
Sementara itu, kawasan Gedung DPR/MPR diperkirakan menjadi lokasi berkumpulnya massa dari berbagai kelompok. Kepolisian memperkirakan sekitar 600 hingga 750 orang akan mengikuti aksi di kawasan tersebut.
Massa yang hadir di depan Gedung DPR/MPR tersebut berasal dari gabungan elemen mahasiswa, buruh, serta masyarakat tani.
Kawasan Monas juga menjadi salah satu titik kegiatan penyampaian aspirasi. Sejumlah elemen dijadwalkan melakukan aksi di kawasan tersebut, termasuk peserta Aksi Kamisan serta gabungan mahasiswa dan pekerja.
Dengan banyaknya kegiatan yang berlangsung secara bersamaan, kepolisian mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan perkembangan situasi lalu lintas sebelum bepergian.
Pengaturan dan pengamanan dilakukan untuk menjaga ketertiban selama kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung sekaligus memastikan mobilitas masyarakat tetap dapat berjalan.
Polda Metro Jaya mengimbau warga untuk menghindari lokasi-lokasi yang menjadi pusat aksi apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Pengguna jalan juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan apabila terjadi rekayasa atau perubahan arus lalu lintas.
Pengamanan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas di tengah berlangsungnya berbagai kegiatan penyampaian aspirasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
























