JCCNetwork.id-Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi, memperingatkan bahwa setiap langkah militer Amerika Serikat terhadap Teheran akan berujung pada konsekuensi serius.
Ia menegaskan, perang hanya akan menjadi “pelajaran” bagi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, serta memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Mousavi menyusul meningkatnya eskalasi retorika antara Washington dan Teheran.
Ia menilai komentar Trump terkait kemungkinan aksi militer dan perubahan rezim di Iran sebagai pernyataan yang tidak pantas disampaikan oleh seorang kepala negara.
“Pernyataan ceroboh,” ujarnya.
kata Mousavi, seperti dilaporkan kantor berita Turki, Anadolu Agency, Ahad.
Mousavi juga menyoroti inkonsistensi sikap Amerika Serikat yang di satu sisi menyatakan kesiapan bernegosiasi, namun di sisi lain melontarkan ancaman militer.
Menurutnya, jika Washington benar-benar menginginkan perang, maka tidak seharusnya berbicara tentang jalur diplomasi.
Pernyataan itu merujuk pada pembicaraan terkait program nuklir Iran yang kembali dilanjutkan awal bulan ini.
Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa perubahan rezim di Iran akan menjadi opsi terbaik apabila upaya diplomatik tidak membuahkan hasil.
Ia juga mengungkapkan rencana pengiriman kapal induk terbesar milik Angkatan Laut AS, USS Gerald R. Ford, ke kawasan tersebut jika negosiasi gagal mencapai kesepakatan.
“Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya,” katanya. “Kapal itu akan segera berangkat.”
Selain itu, kapal induk USS Abraham Lincoln beserta sejumlah kapal perusak dilaporkan telah lebih dulu ditempatkan di Teluk Persia sejak bulan lalu.
Penempatan armada tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Situasi ini menandai babak baru dalam hubungan Washington–Teheran yang kembali memanas, di saat jalur diplomasi masih berlangsung namun dibayangi ancaman kekuatan militer.



