Kemenkes Siapkan Penanganan Khusus Anak Stunting

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menurunkan angka stunting nasional melalui pendekatan jangka panjang yang terintegrasi. Salah satu instrumen yang disiapkan adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dirancang untuk meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan bahwa MBG merupakan langkah strategis untuk menjangkau masyarakat luas yang masih mengalami kekurangan gizi. Namun demikian, ia menekankan bahwa penanganan stunting tidak dapat disamakan dengan pemberian makanan bergizi secara massal.

- Advertisement -

“Makan Bergizi Gratis selain menaikkan gizi masyarakat yang kurang gizi, program ini juga diharapkan bisa mengatasi stunting,” ujar Benjamin.

Menurut Benjamin, pemerintah saat ini memfokuskan perhatian pada pemerataan layanan Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) di seluruh wilayah Indonesia. Pemerataan tersebut ditargetkan tidak hanya dari sisi jangkauan, tetapi juga kualitas layanan agar standar gizi tetap terjaga di setiap daerah.

Ia menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi medis yang membutuhkan pemeriksaan dan intervensi secara individual. Oleh karena itu, penanganannya tidak bisa dilakukan dengan pendekatan seragam seperti program makan bergizi pada umumnya.

- Advertisement -

“Makan bergizi itu semua orang dikasih. Tetapi mengatasi stunting itu berbeda, karena treatment-nya harus orang per orang diperiksa,” katanya.

Benjamin mencontohkan, kondisi anak yang mengalami stunting sangat beragam, mulai dari perbedaan berat badan hingga kondisi kesehatan lainnya. Faktor tersebut memengaruhi jenis dan dosis intervensi yang harus diberikan.

“Ada anak dengan berat satu kilogram, ada yang 2,5 kilogram, ada yang 3 kilogram. Maka dosis dan treatment-nya harus diatur secara khusus,” tambahnya.

Saat ini, Kementerian Kesehatan tengah menyusun strategi penanganan stunting secara komprehensif. Berdasarkan data pemerintah, sekitar 18 persen anak di Indonesia masih masuk dalam kategori stunting dan memerlukan penanganan intensif.

“Itu yang harus kita terapi secara maksimal. Penanganan ini membutuhkan waktu dan strategi, dan sekarang sedang dalam proses penyusunan,” pungkas Benjamin.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Debut Gol Miliano Jonathans Jadi Pembeda di Markas AZ Alkmaar

JCCNetwork.id- Miliano Jonathans langsung memberi dampak bagi Excelsior meski hanya tampil sebagai pemain pengganti. Winger Timnas Indonesia itu menjadi penentu hasil imbang 1-1 saat...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER