JCCNetwork.id- Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan I Ketut Kariyasa Adnyana, memberikan perhatian serius terhadap bencana banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat) pada akhir tahun 2025 dan berlanjut hingga awal Januari 2026.
Ia menegaskan pentingnya pendampingan psikososial yang berkelanjutan agar siswa tidak terjebak dalam trauma berkepanjangan.
“Bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga dampak psikologis, khususnya bagi anak-anak,” kata Ketut Kariyasa Adnyana ketika memberikan keterangan pada wartawan, Sabtu (3/1)
“Pemulihan mental anak sama pentingnya dengan rehabilitasi sarana pendidikan, karena rasa aman dan ketenangan batin menjadi fondasi utama bagi proses belajar.” lanjutnya
Ketut juga menjabarkan Fakta di lapangan terutama yang terjadi di Aceh dan melihat kondisi yang terjadi.
“Kondisi justru menunjukkan keterlambatan respons, minimnya kesiapan, hingga kondisi dasar seperti listrik dan jaringan komunikasi yang lumpuh bahkan di ibu kota daerah terdampak” ungkapnya.
Setelah mengunjungi secara langsung lokasi Banjir Bandang di Sumatera, khususnya di Aceh I Ketut Kariyasa Adnyana menyebut bahwa dalam mempercepat pemulihan akibat banjir bandang, pemerintah harus lebih transparan dalam melihat kondisi sebenarnya di lapangan.
“Mengingat ini juga untuk kepentingan rakyat yang menjadi korban, dan kepentingan pemerintah dalam menjalankan tugas-tugasnya dengan baik.” ucapnya
“Pemerintah harus lebih transparan dalam proses penanganan bencana ini, mengingat besarnya dampak kerusakan infrastruktur dan banyaknya korban jiwa yang timbul.” ungkapnya






















