PSY Diduga Terima Resep Obat Tanpa Prosedur Medis

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Dunia hiburan Korea Selatan diguncang kabar penggeledahan kantor agensi milik PSY. Penyanyi yang dikenal lewat lagu global “Gangnam Style” itu menjadi sorotan setelah aparat Kepolisian Seoul menggeledah kantor P Nation pada 4 Desember 2025.

Penggeledahan dilakukan oleh penyidik Seodaemun Police Station terkait dugaan pelanggaran aturan penggunaan obat psikotropika.

- Advertisement -

Polisi menelusuri indikasi bahwa PSY menerima resep obat tertentu tanpa melalui prosedur medis yang diwajibkan undang-undang di Korea Selatan.

Dalam penyelidikan awal, aparat menduga PSY memperoleh obat-obatan psikotropika, seperti Xanax dan Stilnox, tanpa menjalani pemeriksaan tatap muka dengan tenaga medis.

Padahal, regulasi di Korea Selatan mewajibkan konsultasi langsung sebelum dokter mengeluarkan resep obat-obatan tersebut, mengingat risiko ketergantungan dan dampak kesehatan yang menyertainya.

- Advertisement -

Polisi juga mendalami kemungkinan resep diproses melalui perantara, termasuk pihak ketiga yang bertindak atas nama PSY.

Selain kantor P Nation, polisi turut menyita sejumlah dokumen serta barang bukti dari kendaraan yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Penyelidikan diperluas dengan memeriksa keterlibatan seorang profesor dari rumah sakit universitas yang disinyalir mengeluarkan resep tanpa prosedur pemeriksaan langsung.

Menanggapi langkah kepolisian, manajemen P Nation menyatakan komitmennya untuk bersikap kooperatif dan mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan.

Agensi menegaskan bahwa PSY tidak memiliki niat melanggar hukum maupun menyalahgunakan obat-obatan terlarang.

P Nation menjelaskan, resep awal diperoleh PSY melalui konsultasi jarak jauh pada masa pandemi COVID-19, ketika layanan medis daring masih diperbolehkan. Metode tersebut disebut berlanjut karena padatnya aktivitas sang artis.

Meski demikian, pihak agensi mengakui adanya unsur kelalaian administratif, namun menampik tudingan penggunaan obat tanpa dasar medis atau atas nama pihak lain.

Kasus ini langsung menarik perhatian luas, khususnya di kalangan penggemar K-pop internasional yang mengenal PSY sebagai ikon budaya pop global.

Hingga kini, kepolisian masih menganalisis bukti-bukti yang telah dikumpulkan dan belum memutuskan apakah PSY akan dipanggil untuk pemeriksaan resmi atau dinaikkan ke tahap proses hukum selanjutnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Putusan MK Kuota 30 Persen Perempuan Butuh Komitmen Partai

JCCNetwork.id-Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan sanksi bagi partai politik yang tidak memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan dinilai membutuhkan dukungan penuh dari partai...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER