Harga Pangan Meroket, Cabai Tembus Rp107 Ribu per Kilogram

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Sejumlah harga kebutuhan pokok di berbagai daerah mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan Kamis (28/5/2026). Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai, bawang, hingga bahan pangan utama seperti beras dan daging yang terus merangkak naik di tengah tingginya permintaan masyarakat.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, harga bawang merah tercatat melonjak 42,1 persen menjadi Rp68.350 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada bawang putih yang naik 39,56 persen hingga menyentuh Rp54.150 per kilogram.

- Advertisement -

Tidak hanya komoditas bumbu dapur, harga beras di berbagai kategori juga mengalami kenaikan cukup tajam. Beras kualitas bawah I tercatat naik 24,66 persen menjadi Rp18.200 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II meningkat 20,42 persen menjadi Rp17.400 per kilogram.

Sementara itu, beras kualitas medium I kini dijual Rp19.100 per kilogram atau naik 18,27 persen. Beras medium II turut naik 18,75 persen menjadi Rp19.000 per kilogram. Untuk kategori premium, beras super I melonjak 22,92 persen menjadi Rp21.450 per kilogram dan beras super II naik 20,94 persen menjadi Rp20.500 per kilogram.

Lonjakan harga paling tinggi terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah besar tercatat menembus Rp107.100 per kilogram setelah mengalami kenaikan hingga 90,4 persen. Cabai merah keriting juga meningkat drastis sebesar 82,81 persen menjadi Rp98.350 per kilogram.

- Advertisement -

Di sisi lain, beberapa jenis cabai justru mengalami penurunan harga. Cabai rawit hijau turun 5,26 persen menjadi Rp51.650 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah terkoreksi 19,95 persen menjadi Rp87.500 per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada produk protein hewani. Daging ayam ras segar naik 44,69 persen menjadi Rp55.850 per kilogram. Harga daging sapi kualitas I tercatat naik 3,44 persen menjadi Rp153.350 per kilogram, sementara daging sapi kualitas II meningkat 6,92 persen menjadi Rp149.000 per kilogram.

Selain itu, harga gula pasir dan minyak goreng turut mengalami tekanan. Gula pasir premium naik 39,11 persen menjadi Rp28.100 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal naik 22,19 persen menjadi Rp23.400 per kilogram.

Untuk minyak goreng, jenis curah tercatat naik 10,92 persen menjadi Rp22.850 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I kini dijual Rp29.050 per liter atau naik 21,55 persen, sementara kemasan bermerek II naik 13,42 persen menjadi Rp26.200 per liter.

Kenaikan harga juga terjadi pada telur ayam ras segar yang melonjak 37,81 persen menjadi Rp42.100 per kilogram.

Lonjakan harga sejumlah komoditas pangan tersebut diperkirakan dipengaruhi faktor distribusi, pasokan, serta meningkatnya permintaan pasar menjelang periode libur panjang dan momentum hari besar keagamaan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menambah beban pengeluaran rumah tangga masyarakat apabila tidak segera diantisipasi melalui stabilisasi pasokan dan operasi pasar.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kekeringan Melanda, BPBD Jepara Distribusikan Air Bersih

JCCNetwork.id- Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Sedikitnya 870 kepala keluarga (KK) di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, mengalami kesulitan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER