JCCNetwork.id- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sejak Minggu (9/11/2025) siang mengakibatkan banjir meluas di lima desa. Peristiwa tersebut dipicu oleh luapan Sungai Karanganyar serta jebolnya tanggul di Kelurahan Panjatan, yang menyebabkan genangan air setinggi 30 hingga 50 sentimeter merendam permukiman warga dan jalur utama nasional.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, banjir melanda wilayah Kecamatan Karanganyar yang mencakup Desa Karangkemiri, Desa Candi, Kelurahan Plarangan, dan Kelurahan Panjatan, serta menjalar hingga ke Desa Pekuwon, Kecamatan Adimulyo. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur nasional yang menghubungkan Kebumen–Gombong sempat lumpuh selama beberapa jam karena genangan air menghalangi kendaraan roda dua dan empat.
“Total warga terdampak di Kecamatan Karanganyar mencapai 715 keluarga atau sekitar 2.300 jiwa. Sementara di Desa Pekuwon, Kecamatan Adimulyo, air hanya menggenangi pekarangan warga,” ujar Heri saat dihubungi pada Senin (10/11/2025).
Heri menjelaskan, jebolnya tanggul di Kelurahan Panjatan menjadi penyebab utama meningkatnya debit air di kawasan tersebut. Dampaknya, sejumlah rumah warga tergenang dan 10 orang harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman oleh tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan setempat.
“Akibat tanggul jebol di Panjatan, ada 10 warga yang kami ungsikan. Air meluber hingga jalan nasional dan sempat membuat arus lalu lintas lumpuh,” jelasnya.
Sementara itu, di Desa Pekuwon, Kecamatan Adimulyo, air hanya menggenangi halaman rumah warga tanpa menyebabkan kerusakan berarti. Namun, BPBD tetap menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan hujan susulan dan peningkatan debit air sungai.
Genangan di beberapa titik dilaporkan mulai surut, namun petugas tetap melakukan pemantauan di daerah rawan banjir dan memperkuat tanggul darurat menggunakan karung pasir di sekitar Sungai Karanganyar.
BPBD Kebumen mengimbau masyarakat di wilayah bantaran sungai agar tetap waspada mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi hujan intensitas tinggi masih akan terjadi di wilayah selatan Jawa Tengah dalam beberapa hari ke depan.























