JCCNetwork.Id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (16/1/2025) malam, menyebabkan banjir merendam empat desa di Kecamatan Ketanggungan. Intensitas hujan yang tinggi memicu kenaikan drastis debit air di Sungai Babakan, sehingga meluap dan merendam permukiman warga serta akses jalan.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @seputar_brebes, terlihat banjir merendam jalan hingga permukiman warga. Berdasarkan data dari Bendung Cisadap, ketinggian air tercatat mencapai level waspada dengan ketinggian 4,75 meter.
Hingga pukul 19.00 WIB, dua desa di wilayah atas Kecamatan Ketanggungan, yakni Desa Cikeusal Lor dan Desa Buara, terpantau mengalami banjir dengan ketinggian air antara 30 cm hingga 50 cm. Namun, banjir di kedua desa tersebut mulai surut pada pukul 20.30 WIB.
Kondisi berbeda terjadi di wilayah Desa Ketanggungan. Pada pukul 23.30 WIB, banjir mulai merendam akses jalan dengan ketinggian air 20 cm hingga 40 cm. Di Dukuh Persil, Desa Karangmalang, limpasan air terjadi lebih awal, yaitu pukul 23.10 WIB, dengan ketinggian mencapai 10 cm hingga 30 cm. Namun, di RT 01 dan 02 RW 02 Desa Karangmalang, ketinggian air dilaporkan mencapai 50 cm hingga 80 cm.
Evakuasi warga terdampak terus dilakukan dengan bantuan dua unit perahu fiber. Menurut laporan, 16 warga Desa Karangmalang terpaksa mengungsi sementara di Masjid Jami’ Ketanggungan. Selain itu, ratusan rumah warga terendam air, mengakibatkan kerugian material yang belum dapat diperkirakan.
Banjir juga melumpuhkan akses jalan utama di wilayah tersebut. Banyak kendaraan, terutama sepeda motor, mogok akibat terendam air. Kemacetan panjang pun terjadi di sejumlah titik karena arus lalu lintas tersendat.
“Saat ini evakuasi masih terus berjalan dengan 2 unit perahu fiber,” tulis keterangan akun tersebut dikutip Jumat (17/1/2025).
Pihak berwenang bersama relawan terus berupaya mengevakuasi warga yang terdampak dan memantau kondisi debit air sungai. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Banjir ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di musim penghujan.



