JCCNetwork.id – Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Buru melakukan kunjungan dan audiensi dengan pihak Pertamina Kabupaten Buru pada Kamis (30/7/2026). Audiensi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Pertalite, yang belakangan ini dikeluhkan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Buru.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Pertamina menyampaikan bahwa stok BBM, terutama Pertalite, dalam kondisi stabil dan penyalurannya berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Pengurus Daerah KAMMI Buru, Jihan Papalia, mempertanyakan kondisi yang terjadi di lapangan. Menurutnya, apabila stok benar-benar stabil, seharusnya masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh Pertalite.
“Kami menghargai penjelasan yang disampaikan oleh pihak Pertamina bahwa stok Pertalite dalam kondisi stabil. Namun, yang menjadi pertanyaan besar adalah mengapa masyarakat masih harus mengantre panjang bahkan sering tidak mendapatkan Pertalite. Jika stok tersedia, maka perlu ada penjelasan yang transparan mengenai titik persoalan yang menyebabkan kelangkaan di lapangan,” ujar Jihan Papalia.
Ia menegaskan bahwa KAMMI hadir sebagai representasi suara masyarakat yang menginginkan kepastian atas ketersediaan BBM, bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu.
“Kami berharap Pertamina bersama pemerintah daerah dan instansi terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan pengawasan penyaluran BBM. Masyarakat berhak memperoleh pelayanan yang baik dan informasi yang jelas mengenai kondisi sebenarnya,” Tambahnya.
KAMMI Daerah Buru juga menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal persoalan distribusi BBM hingga masyarakat memperoleh kepastian layanan energi yang merata dan tidak lagi dihadapkan pada kelangkaan yang berulang.
Audiensi berlangsung secara terbuka dan penuh semangat dialog. KAMMI berharap hasil pertemuan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan kelangkaan BBM di Kabupaten Buru, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.



