Nadiem Hadapi Sidang Banding

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Proses hukum perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memasuki babak baru. Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, dijadwalkan menjalani sidang perdana banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada Rabu.

Sidang tersebut digelar setelah tim kuasa hukum Nadiem secara resmi mengajukan memori banding atas putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang sebelumnya menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada mantan menteri tersebut. Selain pihak terdakwa, Kejaksaan Agung juga mengajukan banding terhadap putusan itu sehingga proses hukum akan kembali diperiksa oleh majelis hakim tingkat banding.

- Advertisement -

Kuasa hukum Nadiem, Zaid Mushafi, mengatakan memori banding yang telah diserahkan memuat sejumlah keberatan terhadap pertimbangan hukum yang digunakan majelis hakim pada persidangan tingkat pertama. Menurutnya, terdapat sejumlah fakta yang dinilai belum dipertimbangkan secara utuh sehingga perlu dibuka kembali dalam pemeriksaan di tingkat banding.

Ia menjelaskan, pihaknya meminta majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menilai ulang seluruh fakta persidangan beserta alat bukti yang telah diajukan sebelumnya. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan penilaian hukum yang berbeda terhadap perkara yang menjerat kliennya.

“Dalam permohonan banding kami ini, kami meminta kepada majelis hakim pengadilan tinggi untuk menyidangkan kembali, membuka lagi fakta-fakta yang menjadi pertimbangan hakim di tingkat pertama,” ujar Zaid saat ditemui usai menyerahkan memori banding.

- Advertisement -

Salah satu poin yang dipersoalkan dalam memori banding berkaitan dengan pertimbangan hakim mengenai pemberian surat kuasa pengelolaan saham milik Nadiem di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) dan PT Gojek Indonesia kepada pihak lain. Tim kuasa hukum menilai pertimbangan tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi yang sebenarnya sehingga perlu diuji kembali dalam proses banding.

Di sisi lain, Kejaksaan Agung juga menyatakan mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tipikor. Jaksa menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperiksa kembali oleh pengadilan tingkat banding, termasuk mengenai status penahanan rumah yang saat ini dijalani Nadiem setelah putusan pengadilan tingkat pertama.

Perkara ini bermula dari dugaan tindak pidana korupsi dalam program digitalisasi pendidikan melalui pengadaan laptop Chromebook beserta perangkat Chrome Device Management (CDM) di lingkungan Kemendikbudristek pada periode 2019 hingga 2022. Dalam putusan sebelumnya, majelis hakim menyatakan Nadiem terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan program tersebut.

Atas putusan itu, Nadiem dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Selain pidana badan, pengadilan juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan subsider 190 hari kurungan apabila denda tidak dibayarkan.

Majelis hakim juga membebankan kewajiban pembayaran uang pengganti sebesar Rp809,59 miliar. Jika kewajiban tersebut tidak dipenuhi, maka akan diganti dengan pidana penjara selama lima tahun sesuai ketentuan dalam putusan.

Dalam pertimbangannya, pengadilan menyatakan uang pengganti tersebut berkaitan dengan penerimaan dana yang disebut berasal dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa melalui PT Gojek Indonesia. Disebutkan pula bahwa sebagian besar sumber pendanaan perusahaan tersebut berasal dari investasi Google yang nilainya mencapai sekitar 786,99 juta dolar Amerika Serikat.

Majelis hakim sebelumnya menilai tindakan yang dilakukan dalam proyek pengadaan Chromebook telah menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,56 triliun. Kerugian itu disebut muncul akibat pelaksanaan pengadaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi berupa laptop Chromebook beserta CDM pada tahun anggaran 2020, 2021, dan 2022 yang dinilai tidak sesuai dengan perencanaan maupun prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Dalam perkara yang sama, pengadilan juga menyatakan perbuatan tersebut dilakukan bersama sejumlah pihak lain yang telah diproses melalui persidangan terpisah. Mereka di antaranya Ibrahim Arief alias Ibam, Mulyatsyah, dan Sri Wahyuningsih yang telah lebih dahulu dijatuhi vonis. Sementara itu, seorang terdakwa lainnya, Jurist Tan, hingga kini masih berstatus buron.

Berdasarkan putusan tingkat pertama, Nadiem dinyatakan terbukti melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Sidang banding yang akan digelar di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menjadi tahapan penting dalam proses hukum perkara ini. Putusan majelis hakim tingkat banding nantinya akan menentukan apakah vonis yang dijatuhkan sebelumnya dipertahankan, diperberat, dikurangi, atau bahkan diubah berdasarkan hasil pemeriksaan ulang terhadap fakta-fakta hukum yang diajukan kedua belah pihak.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Penegakan Hukum Jenderal Polri Disebut Demi Menyelamatkan Institusi

JCCNetwork.id- Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan institusi Polri tetap solid dalam menjalankan tugas melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan menyusul...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
RUU Perampasan Aset Harus Bisa Sita Hasil Kejahatan dari Penipuan Umrah Hingga Arisan Bodong
11:26
Video thumbnail
Isu Transfer Bank Kena Pajak, Suahasil Ungkap Fakta Sebenarnya #shorts #trending
01:47
Video thumbnail
Isu Transfer Bank Kena Pajak, Suahasil Ungkap Fakta Sebenarnya
10:33
Video thumbnail
Emak Emak Curhat ke Menteri Gegara Notaris Diduga Terbitkan 21 Surat Tanpa Saksi
09:59
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg #shorts #trending
01:20
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg
11:25
Video thumbnail
Penantian Berbuah Manis, Nasib PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Kini Jadi Penuh Waktu #shorts#trending
01:41
Video thumbnail
Pemerintah Putuskan PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Diangkat Jadi Penuh Waktu
11:26
Video thumbnail
Lawan Mafia Beras, Mentan Amran Siapkan Hadiah Buat Warga yang Berani Lapor #shorts #trending
01:54
Video thumbnail
Mentan Amran Siapkan Hadiah bagi Warga yang Berani Laporkan Mafia Beras SPHP
08:05
Video thumbnail
Tersangka Penyadapan Prabowo Bertambah, Irjen SU Diduga Beri Izin kepada Irjen AS #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Kasus Sadap Prabowo Kian Melebar, Irjen SU Diduga Izinkan Irjen AS Lakukan Penyadapan
05:44
Video thumbnail
Detik-Detik Gubernur Sherly Tampil Cantik di Hadapan Tim Kemendagri saat Presentasi
12:28
Video thumbnail
Di Tengah Gejolak Internal Polri, Suyudi Dapat Dukungan dan Bimbingan dari Para Senior #shorts
01:28
Video thumbnail
Di Tengah Kasus Penyadapan, Suyudi Dapat Dukungan Barisan Jenderal Senior Eks Kapolri
02:32
Video thumbnail
Rocky Gerung Blak-blakan soal Penyadapan, Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Singgung Kasus Penyadapan, Rocky Gerung Sebut Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap
08:26
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini
08:46
Video thumbnail
Sorotai Gejolak Internal Polri, Menko Dudung Minta Masyarakat Jangan Resah #shorts #trending
01:50

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER