JCCNetwork.id- Umuh Muchtar, figur sentral di Persib Bandung yang dikenal luas sebagai manajer klub sepak bola besar tersebut, baru-baru ini menegaskan bahwa dirinya tidak ingin Persib dikaitkan dengan politik, terutama dalam konteks Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2024. Meskipun putranya, Erwan Setiawan, terjun ke arena politik dengan mendaftar sebagai calon wakil gubernur (wagub) mendampingi Dedi Mulyadi, Umuh dengan tegas mengatakan bahwa Persib adalah entitas yang murni bergerak di bidang sepak bola.
“Semua warna ada di Persib. Jangan ada (yang bilang) masalah ini dipolitisasi. Semua tahu Umuh Muchtar. Walaupun ada yang bilang jangan bawa-bawa Persib. Siapa yang bawa? Kalian yang bilang Pak Umuh Persib, bukan saya,” kata Umuh, usai mendampingi pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan mendaftar ke KPU Jabar, di Kota Bandung, untuk Pilgub Jabar 2024.
Dalam pernyataannya, Umuh mengingatkan semua pihak untuk tidak mencoba mempolitisasi Persib Bandung. Dia menegaskan bahwa Persib adalah klub yang menjunjung keberagaman, dengan warna-warni suporter dari berbagai latar belakang. Umuh juga mengklarifikasi bahwa segala anggapan yang mengaitkan dirinya atau Persib dengan dunia politik adalah spekulasi semata.
Umuh lebih lanjut menjelaskan bahwa meskipun dirinya dan putranya memiliki hubungan erat dengan Persib, hal tersebut tidak otomatis berarti mereka membawa nama Persib untuk kepentingan politik pribadi. Ia yakin, bobotoh—sebutan bagi suporter Persib—telah cukup dewasa dan bijaksana dalam menentukan pilihan politik tanpa terpengaruh oleh posisinya sebagai manajer Persib Bandung.
“Insya Allah saya yakin bobotoh melihat. Dedi Mulyadi sudah hebat, ditambah Erwan,” ujarnya.
Namun demikian, di sisi lain, pernyataan berbeda muncul dari TB Ace Hasan Syadzili, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat. Ia secara terbuka menyebutkan bahwa pemilihan Erwan Setiawan sebagai calon wakil gubernur tidak terlepas dari faktor Umuh Muchtar yang merupakan orang tua Erwan sekaligus figur berpengaruh di Persib Bandung. Ace berharap, dengan mencalonkan Erwan, Golkar bisa mendulang suara dari bobotoh pada Pilgub Jabar 2024.
Erwan sendiri, menurut Ace, dipilih sebagai pendamping Dedi Mulyadi setelah melalui pertimbangan matang dalam lima hari terakhir. Awalnya, Golkar mengincar Erwan untuk posisi Bupati Sumedang, namun kemudian memutuskan untuk menugaskannya sebagai calon wagub.
“Pertama jelas, Pak Erwan orangtuanya pemilik Persib. Kedua, Pak Erwan memiliki pengalaman di pemerintahan. Tadinya kami siapkan menjadi Bupati Sumedang. Namun berbagai pertimbangan, maka kami tugaskan beliau untuk menjadi calon wakil gubernur,” katanya pula.



