Wabah Mpox di Kongo Semakin Parah, 548 Jiwa Meninggal Dunia

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Wabah mpox atau cacar monyet di Republik Demokratik Kongo (DRC) telah mencatat angka kematian yang mengkhawatirkan, mencapai 548 jiwa sejak awal tahun ini. Kementerian Kesehatan DRC mengungkapkan bahwa virus ini telah menyebar ke seluruh provinsi di negara tersebut, menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu lalu mengumumkan bahwa lonjakan kasus mpox di Afrika, khususnya di Kongo, telah memasuki fase kritis yang mengharuskan status darurat kesehatan masyarakat global. Kekhawatiran meningkat karena penyebaran virus ini tidak hanya terbatas di Kongo, tetapi juga mulai merambah negara-negara tetangga.

- Advertisement -

“Menurut laporan epidemiologi terbaru, negara kami telah mencatat 15.664 kasus potensial dan 548 kematian sejak awal tahun,” kata Menteri Kesehatan Samuel-Roger Kamba, dilansir dari AFP, Jumat, 16 Agustus 2024.

Sebagai negara dengan populasi sekitar 100 juta jiwa yang terdiri dari 26 provinsi, Kongo menghadapi tantangan besar dalam menangani penyebaran virus ini.

“Provinsi yang paling terkena dampak adalah Kivu Selatan, Kivu Utara, Tshopo, Equateur, Ubangi Utara, Tshuapa, Mongala dan Sankuru,” ucap Kamba.

- Advertisement -

Keputusan WHO untuk mengumumkan status darurat ini datang tidak lama setelah Uni Afrika juga mengambil langkah serupa dengan menyatakan keadaan darurat kesehatan masyarakat terkait wabah mpox yang semakin mengkhawatirkan di kawasan tersebut.

Kasus mpox pertama yang terkait dengan wabah ini di Afrika telah ditemukan di luar benua tersebut, setelah adanya konfirmasi infeksi di Swedia. Penemuan ini semakin menggarisbawahi ancaman global dari penyebaran virus tersebut.

Mpox, yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet, pertama kali diidentifikasi pada manusia pada tahun 1970 di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Republik Demokratik Kongo. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang dapat menular dari hewan ke manusia, serta dari manusia ke manusia melalui kontak fisik yang dekat. Gejala utama penyakit ini meliputi demam, nyeri otot, dan munculnya lesi kulit besar yang menyerupai bisul, yang membuatnya menjadi penyakit yang sangat menular dan berpotensi mematikan.

Dengan situasi yang terus berkembang, upaya internasional untuk mengendalikan penyebaran mpox menjadi semakin mendesak. Keberhasilan dalam menangani wabah ini akan sangat tergantung pada koordinasi global dan dukungan dari komunitas internasional untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dan menyelamatkan nyawa.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Integritas Jadi Fokus Utama Reformasi Internal Kejagung

JCCNetwork.id-Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan pembenahan integritas internal sebagai prioritas utama di lingkungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Pernyataan itu disampaikan menyusul masih ditemukannya pegawai aktif...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER