JCCNetwork.id– Ketua Dewan Pembina Lembaga Aliansi Indonesia, Kanjeng Pangeran Norman menyampaikan penilaiannya terkait pelaksanaan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang berlangsung di berbagai daerah. Ia menilai rangkaian kegiatan buruh pada 1 Mei tahun ini berjalan dalam situasi yang aman, tertib, dan relatif kondusif.
Menurut Norman, kondisi tersebut tidak lepas dari peran berbagai pihak yang turut menjaga stabilitas selama aksi berlangsung. Ia menyoroti sinergi antara aparat keamanan dan para peserta aksi yang dinilai mampu menciptakan suasana damai, meski peringatan May Day identik dengan mobilisasi massa dalam jumlah besar.
“May Day 2026 dinilai berjalan aman dan kondusif,” ujar KP Norman kepada awak media Sabtu (2/5/2025).
Ia menambahkan, tidak adanya gangguan signifikan selama aksi buruh menunjukkan adanya peningkatan kesadaran kolektif dalam menyampaikan aspirasi secara tertib. Norman juga melihat bahwa pola penyampaian tuntutan yang lebih terorganisir turut berkontribusi terhadap minimnya potensi gesekan di lapangan.
Selain itu, KP Norman menilai momentum May Day tahun ini menjadi gambaran positif bagi iklim demokrasi di Indonesia. Ia menyebut bahwa kebebasan berpendapat tetap dapat berjalan tanpa mengorbankan ketertiban umum, selama seluruh pihak memegang komitmen untuk menjaga situasi tetap terkendali.
Lebih lanjut, ia berharap pola pengamanan dan kedisiplinan peserta aksi seperti yang terlihat pada May Day 2026 dapat menjadi acuan dalam berbagai agenda penyampaian aspirasi di masa mendatang. Menurutnya, stabilitas sosial merupakan faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik serta mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi dan pemerintahan.
Norman juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga kondusivitas tersebut, sembari mengingatkan pentingnya evaluasi berkelanjutan agar potensi kerawanan dapat terus diminimalisir dalam setiap kegiatan serupa.
“Kami juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga kondusivitas tersebut dan pentingnya evaluasi berkelanjutan agar potensi kerawanan dapat terus diminimalisir dalam setiap kegiatan serupa,” pungkasnya.


