Penelitian ITB Ungkap Potensi Gempa dan Tsunami Dahsyat di Jawa

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Institut Teknologi Bandung (ITB) telah melakukan penelitian mendalam mengenai potensi gempa megathrust di Pulau Jawa serta ancaman tsunami yang mungkin timbul. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal berjudul “Implications for Megathrust Earthquakes And Tsunamis from Seismic Gaps South of Java Indonesia” ini menyajikan skenario terburuk dari ancaman tersebut.

Melansir Beritasatu, penelitian ini memaparkan potensi terjadinya megathrust di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa. Penelitian yang dipimpin oleh Guru Besar Seismologi ITB, Sri Widiyantoro, dan timnya ini menemukan adanya segmen megathrust di pantai selatan Jawa Timur, sementara segmen megathrust di pantai selatan Jawa Barat telah dilaporkan sebelumnya oleh peneliti lain.

- Advertisement -

Dalam skenario terburuk, jika kedua segmen megathrust di Jawa pecah secara bersamaan, tinggi tsunami dapat mencapai 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di pantai selatan Jawa Timur, dengan ketinggian rata-rata sekitar 4,5 meter di sepanjang pantai selatan Jawa. Penelitian ini menggunakan simulasi selama 300 menit untuk mendapatkan skenario terburuk dari berbagai kemungkinan yang ada.

Sri Widiyantoro menjelaskan bahwa terdapat celah seismik di selatan Pulau Jawa dengan kedalaman kurang dari 30 kilometer. Celah ini berpotensi menjadi sumber gempa megathrust di masa mendatang.

“Kondisi sangat buruk terjadi apabila  dua segmen megathrust yang membentang di Jawa pecah secara bersamaan. Jika kondisi itu terjadi maka ketinggian tsunami dapat mencapai 20 meter dan 12 meter di pantai selatan Jawa Barat dan Jawa Timur, dengan ketinggian maksimum rata-rata 4,5 meter di sepanjang pantai selatan Jawa,” tulisnya.

- Advertisement -

“Ada area mengalami locking, terkunci mestinya bergerak tapi dia terkunci. Yang terkunci itu menyebabkan akumulasi energi, kalau energinya sudah besar kuncinya tidak kuat maka energinya lepas di situlah muncul megathrust,” ujarnya.

Sebelumnya di laporkan adanya tiga segmen megathrust di selatan Jawa, yaitu Segmen Jawa Timur, Segmen Jawa Tengah-Jawa Barat, dan Segmen Banten-Selat Sunda. Ketiga segmen ini memiliki potensi magnitudo mencapai M 8,7. Namun, jika dua segmen bergerak bersamaan, magnitudo gempa yang dihasilkan bisa lebih besar dari M 8,7.

Sejak tahun 1700, zona megathrust selatan Jawa telah mengalami beberapa kali gempa besar dengan magnitudo antara 7,0 dan 7,9, seperti pada tahun 1903 (M 7,9), 1921 (M 7,5), 1937 (M 7,2), 1981 (M 7,0), 1994 (M 7,6), 2006 (M 7,8), dan 2009 (M 7,3). Gempa dahsyat dengan magnitudo 8,0 atau lebih besar juga pernah terjadi tiga kali, yaitu pada tahun 1780 (M 8,5), 1859 (M 8,5), dan 1943 (M 8,1).

Istilah megathrust merujuk pada gempa bumi di zona tumbukan antara kerak benua dan kerak samudra. Di Indonesia, zona megathrust merupakan sumber gempa bumi interplate yang terjadi akibat pergeseran tiba-tiba lempeng samudra di bawah lempeng benua, yang kemudian dapat memicu tsunami.

Indonesia memiliki beberapa zona subduksi aktif yang merupakan sumber gempa megathrust, termasuk Subduksi Sunda yang meliputi Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba; Subduksi Banda; Subduksi Lempeng Laut Maluku; Subduksi Sulawesi; Subduksi Lempeng Laut Filipina; dan Subduksi Utara Papua. Zona-zona ini telah ada sejak jutaan tahun lalu dan terus menjadi ancaman potensial gempa bumi besar bagi Indonesia.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Polda Riau Musnahkan Narkoba Rp71,5 Miliar

JCCNetwork.id-Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan tujuh kasus sepanjang Maret 2026. Pemusnahan dilakukan di Pekanbaru dengan total nilai barang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER