Gegara Judi Online, Kasus Perceraian di Bojonegoro Meningkat

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kantor Pengadilan Agama Bojonegoro mencatat adanya lonjakan kasus perceraian selama enam bulan pertama tahun 2024. Data menunjukkan bahwa sebanyak 1.401 warga Bojonegoro mengajukan perkara cerai dari Januari hingga Juni 2024.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.029 kasus merupakan cerai gugat, di mana pengajuan cerai dilakukan oleh pihak istri. Sisanya, 372 kasus, merupakan cerai talak yang diajukan oleh pihak suami.

- Advertisement -

Solikin Jamik, Panitera Pengadilan Agama Bojonegoro, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan tingginya angka perceraian di wilayah tersebut. Salah satu faktor utama adalah kecanduan judi online di kalangan suami. Hingga saat ini, tercatat ada 249 kasus perceraian yang disebabkan oleh kecanduan judi online.

“Jumlah tersebut tergolong meningkat, jika dibanding 6 bulan pertama di tahun 2023,” terangnya, Jumat (12/7/2024).

Solikin, yang juga menjabat sebagai Ketua Paguyuban Panitera se-Jawa Timur, menambahkan bahwa suami yang kecanduan judi online umumnya memiliki keinginan besar namun malas bekerja, sehingga menimbulkan pertengkaran dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

- Advertisement -

“Suami yang kecanduan judi online efek negatifnya bisa merembet kemana-mana, seperti berujung pada KDRD hingga hancurnya rumah tangga” tambahnya.

Selain kecanduan judi online, Solikin juga menyebutkan beberapa faktor lain yang turut mempengaruhi tingginya angka perceraian, antara lain perselingkuhan, tingkat pendidikan yang rendah, serta kemiskinan.

Kasus perceraian yang terus meningkat ini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak. Diharapkan adanya upaya lebih lanjut untuk memberikan edukasi dan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang memicu tingginya angka perceraian tersebut, demi menjaga keutuhan rumah tangga di Bojonegoro.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Harga Minyak Dunia Melonjak 8 Persen

JCCNetwork.id-Harga minyak dunia tercatat melonjak sekitar 8 persen setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengisyaratkan ancaman blokade di kawasan Selat Hormuz. Lonjakan ini...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER