WWF Bali 2024: Inovasi Air untuk Masa Depan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Anggota Biro Komite Inter-Parliamentary Union (IPU) untuk Pembangunan Berkelanjutan, Putu Supadma Rudana, menyampaikan apresiasinya terhadap Presiden Dewan Air Dunia, Loic Fauchon, yang menyebut peserta World Water Forum (WWF) ke-10 sebagai pejuang air. Isu air dinilai sangat krusial mengingat dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

“Saat saya bertemu dengan Presiden Dewan Air Dunia Tuan Loic Fauchon di Jakarta. Kita menyadari air berpengaruh dan terpengaruh oleh perubahan iklim,” kata Putu Rudana, di Nusa Dua Bali, Senin (20/5/2024).

- Advertisement -

Putu mengungkapkan, Parlemen Indonesia telah berinisiatif membentuk Kaukus Air DPR sebagai langkah konkret dalam memperjuangkan akses air bersih.

“Yang kita prakarsai ini bisa terus hadir memperjuangkan kepentingan masyarakat khususnya akses terhadap air bersih,” tegasnya.

Dalam konteks global, data dari World Resources Institute (WRI mengungkapkan 25 negara mengalami tingkat kelangkaan air yang sangat tinggi secara menahun.

- Advertisement -

“Sekitar 4 miliar penduduk terancam kelangkaan air sedikitnya sebulan sekali per tahun. Pada 2050, angka tersebut dapat meningkat ke 60 persen dari penduduk global. Di Indonesia, khususnya Pulau Jawa, Bali, NTB, hingga Tanimbu (Maluku), pada 2030, diperkirakan mengalami kelangkaan air dari tinggi hingga sangat tinggi. Tantangan terkait water stress ini berlipat, tidak hanya dari perubahan iklim, tetapi juga akibat konflik dan peperangan,” ungkapnya.

Menurut Putu, masalah air tidak hanya diperparah oleh perubahan iklim, tetapi juga oleh konflik dan perang. Sementara di Indonesia, cakupan layanan air minum mencapai 91,05 persen dengan target 100 persen pada 2024. Namun, akses air minum perpipaan masih rendah, hanya 19,74 persen.

WWF 2024 di Bali diharapkan menjadi momentum untuk mendorong kolaborasi global dalam menjaga sumber daya air.

“Bali sebagai tuan rumah World Water Forum 2024 juga diharapkan dapat mendorong lebih banyak inovasi. Terutama inovasi dalam teknologi pengelolaan air berkelanjutan,” pungkasnya.

Forum ini juga bertujuan mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terkait akses air bersih dan sanitasi. Dengan demikian, peran Bali sebagai tuan rumah tidak hanya penting bagi pengelolaan air, tetapi juga sektor pariwisata Indonesia.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kasus Pelecehan Santri, Ustadz SAM Jadi Tersangka

JCCNetwork.id-Kepolisian Negara Republik Indonesia menetapkan Ustadz SAM alias Syekh Ahmad Al Misry sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santri. Penetapan tersangka dilakukan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER