Material Sisa Erupsi Ancam Warga di Sekitar Gunung Marapi, Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, memperingatkan warga di sekitar aliran sungai yang berawal dari Gunung Marapi untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan karena curah hujan yang masih tinggi. D

ia mengatakan bahwa berdasarkan pemantauan drone Balai Wilayah Sungai Sumatera V, masih terjadi penumpukan material sisa erupsi di lereng Gunung Marapi, yang dapat menyebabkan bencana susulan saat hujan lebat.

- Advertisement -

Berdasarkan pantauan drone Balai Wilayah Sungai Sumatera V masih ada penumpukan material sisa erupsi dalam jumlah besar di lereng Gunung Marapi.

Ketika intensitas hujan tinggi, material itu bisa menyebabkan bencana susulan,” kata Mahyeldi di Padang, Jumat.

Pemerintah, melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedang berupaya untuk mengurangi potensi tersebut, salah satunya melalui modifikasi cuaca.

- Advertisement -

Kita berharap modifikasi cuaca ini berhasil menekan potensi bencana susulan,” kata Gubernur Sumbar itu.

“Pembersihan tidak bisa dilakukan karena alat berat kita tidak bisa naik, kecuramannya tajam,” kata Hendry Yuliandra.

Hendry Yuliandra dari UPTD PSDA Wilayah Utara Sumatera Barat menjelaskan bahwa material sisa erupsi tersebut terletak sekitar tiga kilometer di atas pemukiman penduduk di Jorong Pagu-Pagu, Kenagarian Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.

Namun, pembersihan tidak dapat dilakukan karena kecuraman yang tajam dan alat berat tidak dapat naik ke lokasi tersebut.

Ia menyebutkan bahwa jalur tersebut merupakan sumber dari sungai yang mengalir ke Batang Anai, sehingga meningkatkan potensi banjir bandang di Lembah Anai.

“Ini muaranya juga Batang Anai, kalau material itu disiram hujan lebat, bisa memicu banjir bandang lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya, untuk mengatasi potensi tersebut, BMKG dan BNPB menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di langit Sumatera Barat dengan menyemai awan hujan sebelum memasuki wilayah yang rentan bencana.

Sebanyak 15 ton garam telah disiapkan untuk disemai dalam tiga kali penerbangan setiap hari selama beberapa hari ke depan.

Operasi TMC ini dianggap efektif untuk mengendalikan potensi awan hujan dengan menaburkan zat NaCl menggunakan pesawat.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Bareskrim Tangkap Perakit Senpi Ilegal Beroperasi 20 Tahun di Bandung

JCCNetwork.id- Aparat Satuan Reserse Mobil (Sat Resmob) Bareskrim Polri berhasil mengungkap praktik perakitan senjata api ilegal yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Seorang pria...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER