Antisipasi Kebutuhan Masyarakat Saat Lebaran, Pertamina Alokasi LPG 3 kg

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan PT Pertamina (Persero), mengumumkan langkah besar dengan menambah pasokan LPG 3 kg sebanyak 22.087 metrik ton, setara dengan 7,36 juta tabung. Keputusan ini diambil sebagai antisipasi lonjakan permintaan menjelang Idulfitri 1445 H.

Menurut Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, penambahan pasokan ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan dan Idulfitri.

- Advertisement -

Irto menegaskan bahwa penambahan pasokan dilakukan dengan hati-hati agar dapat mencapai sasaran yang tepat.

“Penambahan alokasi LPG 3 kg diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat pada RAFI 2024. Penambahan juga dilakukan dengan hati-hati agar bisa tepat sasaran,” ujar Irto melalui keterangan tertulis, Senin (8/4/2024).

Meskipun kuota LPG 3 kg untuk periode 19 Maret hingga 7 April telah ditetapkan sebesar 430,86 ribu MT, realisasi telah melebihi 5,1 persen dari kuota tersebut. Pertamina terus memantau kebutuhan hingga akhir liburan Lebaran dan menjamin stok LPG 3 kg aman selama 14-15 hari ke depan.

- Advertisement -

Irto juga menambahkan bahwa Pertamina terus memonitor kebutuhan LPG 3 kg hingga akhir Lebaran dan melakukan penambahan pasokan ke daerah yang membutuhkan.

“Pertamina terus memonitor kebutuhan LPG 3 kg hingga akhir Lebaran dan kita lakukan penambahan ke daerah yang memang membutuhkan” ujar Irto.

Dalam upaya menjaga ketersediaan, perusahaan telah menyiapkan 5.027 agen siaga. Irto juga mengingatkan masyarakat untuk membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai HET.

Nomor call center Pertamina 135 juga telah disediakan untuk memberikan informasi lebih lanjut atau melaporkan kendala di lapangan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Usman Hamid Kritik Pernyataan “Inflasi Pengamat”

JCCNetwork.id-Diskusi kelompok terarah (FGD) yang digelar Forum Intelektual Antardisiplin (FIAD) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta Pusat, pada Senin (13/4), diwarnai tanggapan keras terhadap...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER