JCCNetwork.id – Dua kubu massa, kontra dan pendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, cekcok saat demo di depan Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2024).
Kedua kubu sempat terlibat dalam aksi saling lempar batu. Menurut pengamatan di lokasi, kedua kubu berorasi di dua titik yang berlawanan.
Namun, tiba-tiba sejumlah pedemo dari kubu pro menghampiri kubu kontra.
Mereka marah dan menunjuk-nunjuk ke arah pemimpin aksi kubu kontra yang berdiri di atas mobil komando.
Polisi segera menenangkan dan menghadang mereka. Namun, permintaan itu tidak diindahkan.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika kedua kubu saling berhadapan dan berusaha menghampiri pemimpin aksi dari kubu lawan.
Adegan saling lempar batu terjadi tidak hanya sekali, melainkan beberapa kali selama beberapa menit.
Setelah situasi mereda, polisi berhasil membujuk pendemo dari kubu pendukung untuk kembali ke tempat asalnya.
Menanggapi hal tersebut Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98, Willy Prakarsa yang juga massanya menggelar aksi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi pada hari yang sama.
Ia meminta pasangan calon presiden-wakil presiden Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Ganjar Pranowo-Mahfud MD untuk menerima kekalahan dengan lapang dada.
Willy juga menyerukan agar pendukungnya tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat, terutama dalam suasana bulan Ramadhan.
“JARI 98 minta kubu 01 dan 03 harus legowo (menerima). Ini momentum Ramadhan ber-fastabiqul khairat jangan provokasi rakyat,” kata Willy Prakarsa.















