JCCNetwork.id – Ratusan massa aksi Aliansi BEM Nusantara Sulawesi Barat geruduk kantor PLN Majene, Sulawesi Barat terkait pemadaman listrik yang sudah berlangsung sejak awal September hingga hari ini.
Jenderal Lapangan aksi, Ikhsan Ramadhan mengatakan bahwa sebelum menggelar aksi, pihaknya menggalang aspirasi masyarakat setempat yang terkena dampak pemadaman listrik tersebut.
Pasalnya, pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Majene, Sulbar ini dapat menimbulkan kerugian materil yang cukup besar bagi masyarakat luas.
“Hasilnya, hampir semua membenarkan bahwa pemadaman listrik yang sudah berlangsung lama ini amat merugikan bagi mereka,” ujar Iksan dalam keterangannya, Jumat (1/12/2023).
Kendati demikian, pihaknya dengan tegas mendesak PLN setempat agar bertanggung jawab dan memberikan solusi terbaik sehingga tidak merugikan banyak pihak termasuk pelaku UMKM.
Selain itu, Koordinator Daerah BEM Nusantara Sulawesi Barat, Muh. Algifari dalam orasinya mengatakan, bahwa dampak yang ditimbul cukup luas di semua sektor dan tingkat kerugiannya beragam.
“Semua sektor merasakan dampak dari Pemadaman Listrik yang terjadi. Namun, tidak semua merasakan kerugian sebagaimana yang dirasakan langsung oleh rakyat kecil sebagai pelaku usaha mikro yang menggantungkan hidup dari keberlangsungan usahanya,” jelasnya.
BEM Nusantara Sulbar Geruduk PLN Majene
Lebih lanjut, Algifari menegaskan bahwa fenomena El Nino bukan lagi menjadi alasan untuk melakukan pemadaman listrik. Sebab, lanjut dia, musim hujan sudah tiba baik di Sulawesi Selatan maupun Sulawesi Barat.
“Jika PLN biasanya berdalih pemadaman listrik adalah akibat Fenomena El Nino yang mengakibatkan kekeringan. Maka, sudah sepatutnya pemadaman itu dihentikan mengingat musim penghujan telah tiba. Lantas, mengapa pemadaman ini masih bergulir dan kacaunya durasi pemadaman yang biasa hanya 3 jam. Ini justru bertambah menjadi 6 jam,” timpalnya.
Adapun merekamenuntut agar PLN segera menghentikan pemadaman listrik dan segera memberikan kompensasi ke masyarakat yang terkena dampak.
“PLN adalah representasi Negara yang tidak boleh sebatas berorientasikan Profit di depan rakyat melainkan lebih mengedepankan Kesejahteraan Rakyat. Oleh sebab itu, stop pemadaman listrik dan berikan Kompensasi bagi segenap masyarakat terdampak langsung sebagai bentuk pertanggungjawaban. Jika tidak, maka kami pastikan demonstrasi akan berlanjut dengan massa aksi lebih banyak,” tutup dia.



