JCCNetwork.id- Deputi Bidang Investigasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Agustina Arumsari menyoroti pentingnya digitalisasi sebagai salah satu strategi efektif dalam mencegah tindak pidana korupsi.
Agustina menekankan bahwa digitalisasi merupakan solusi yang sangat relevan dalam upaya pencegahan korupsi. Di mana proses digitalisasi lebih obyektif karena seluruh prosesnya dilakukan melalui platform digital.
“Apabila, melalui perorangan pasti menimbulkan tindakan gratifikasi,” kata Agustina, Selasa (7/11/2023), mengutip Antara.
Penerapan digitalisasi mencakup metode seperti continuous auditing dan continuous monitoring, yang saat ini telah diadopsi oleh BPKP. Dengan dua pendekatan ini, BPKP dapat secara efisien memantau kinerja pegawai dan memastikan bahwa tugas mereka dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Agustina juga mengamati bahwa saat ini sistem pemerintahan telah menjadi semakin terdigitalisasi, sehingga penting bagi pengawasan juga mengikuti pola yang serupa dengan berbasis elektronik. Dengan cara ini, tindakan gratifikasi dapat diminimalisir lebih lanjut.
Selain itu, Agustina menyoroti pentingnya menerapkan pendekatan khusus dalam pencegahan korupsi, baik dari segi teoritis maupun implementatif, yang akan menjadi panduan dalam meningkatkan efisiensi birokrasi lembaga publik.
“Dengan melakukan upaya tersebut diharapkan juga mampu menghindari serta menekan jumlah kasus korupsi,” kata Agustina.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Warmata mengungkapkan bahwa KPK secara rutin melakukan survei penilaian integritas (SPI) terhadap instansi pemerintah di tingkat daerah dan pusat. Survei ini mencakup berbagai aspek, seperti penggunaan aset kantor, kendaraan pribadi, prosedur perizinan, dan penyalahgunaan perjalanan dinas.
Hasil survei tahun lalu menunjukkan bahwa rata-rata nasional SPI adalah 7,1 persen, dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai 6,5 persen.
“Hasil ini adalah buah cerminan untuk sektor mana saja yang masih rawan dan perlu diperbaiki,” ungkapnya.



