Anak Presiden Jadi Cawapres Prabowo, Anies Baswedan: Selamat Sudah Memutuskan!

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan mengucapkan selamat kepada Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang telah memilih Gibran menjadi cawapres Prabowo di Pilpres 2024.

“Selamat kepada KIM yang sudah memutuskan untuk memiliki pasangan capres dan cawapres,” ucap Anies Baswedan keterangannya yang dikutip JCCNetwork.id, Senin, (23/10/2023).

- Advertisement -

Pasangan AMIN itu berharap pesta demokrasi 2024 nantinya berlansung dengan adem. Masyarakat pun, kata Anies memiliki kebebasan untuk menyalurkan gagasa dan pilihan kepada masing-masing paslon dengan cermat.

“Dan kita semua berharap suasana Pilpres 2024, suasana yang teduh, suasana di mana masyarakat bisa melakukan penilaian atas rekam jejak, rekam gagasan, rekam karya, rekam prestasi atas apa yang dimiliki oleh para capres dan cawapres. Sehingga dengan begitu, nanti bisa memberikan pilihan yang terbaik,” terangnya.

Prabowo Umumkan Gibran Jadi Cawapres

Seperti diketahui, anak Presiden Gibran Rakabuming Raka secara resmi di daulat menjadi cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2024 mendatang.

- Advertisement -

Pengumuman itu disampaikan lansung oleh Prabowo di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu (22/10/2023) malam.

Prabowo menyebut, keputusan memilih Gibran adalah keputusan final dan melalui konsensus 8 partai Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Adapun 8 partai politik tersebut yakni Partai Golkar, PAN, Partai Demokrat, Partai Gerinda, Partai Gelora, Partai Prima, dan Partai Bulan Bintang.

“Kita sudah berembuk secara final, secara konsensus, seluruhnya sepakat mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden Koalisi Indonesia Maju untuk 2024-2029, dan saudara Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden,” ucap Prabowo.

“Dan pada tanggal 25 (Oktober) hari Rabu, kita akan daftar di KPU,” pungkasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Harga Minyak Dunia Melonjak 8 Persen

JCCNetwork.id-Harga minyak dunia tercatat melonjak sekitar 8 persen setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengisyaratkan ancaman blokade di kawasan Selat Hormuz. Lonjakan ini...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER