Disamping itu, ia juga mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia untuk terus melajutkan kebijakan hilirisasi meskipun ditentang oleh uni Eropa khsusunya WTO.
Dengan kebijakan hilirisasi ini, menurutnya akan menguatkan Indonesia sebagai negara berkembang menuju negara maju. Selain itu, menjadikan Indonesia sebagai negara mandiri dalam mengelola hasil alamnya.
“Pemerintah Indonesia telah lama berkomitmen untuk mendorong hilirisasi produk, tetapi hingga saat ini, hasilnya belum maksimal. Oleh karena itu, penting untuk terus mendorong upaya hilirisasi ini hingga Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri dan berdikari dalam mengelola sektor industri dan perdagangan,” ungkapnya.
Diketahui, keberanian Presiden Jokowi dan tekadnya untuk melakukan hilirisasi produk mendapat perlawanan keras dari uni Eropa ke WTO terkait kebijakan larangan ekspor biji nikel.
Meski begitu, tak sedikit apresiasi dan pujian kepada Jokowi dengan keberanian dan nyali yang besar untuk melawan uni Eropa di WTO yang menentang kebijakan tersebut.
Menyoal hal itu, Riko menyebut bahwa WTO merupakan lembaga internasional yang memiliki aturan tersendiri dan semua negara anggota mempunyai kepentingan yang berbeda.















