Pengamat Kebijakan Publik Dukung Sinergi Lintas Kementerian Lawan Gugatan WTO

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id – Pengamat Kebijakan Publik dari Institute for Development of Policy and Local Partnership (IDP-LP) Riko Noviantoro mengapresiasi langkah pemerintah dibawha komando Presiden Jokowi untuk terus melakukan hilirisasi sumber daya alam (SDA) Indonesia.

Menurutnya, langkah pemerintah dalam mendorong hilirisasi produk adalah sikap dan strategi yang harus diapresiasi. Pasalnya, hilirisasi produk memiliki potensi yang besar terutama dalam meningkatkan pendapatan negara.

- Advertisement -

“Hilirisasi produk memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan negara dan memposisikan Indonesia lebih baik dalam persaingan perdagangan internasional,” ujar Riko Novianto dalam keterangannya yang dikutip JCCNetwork.id, Jumat (8/9).

Oleh sebab itu, Riko juga memberikan apresiasi kepada Presiden Jokowi saat menunjuk Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi adalah langkah yang tepat.

Meski demikian, sinergitas dan dukungan penuh antar lembaga kementerian terkait sangat diharapkan dalam mempertahankan kedaulatan negara dalam mengelola SDA Indonesia. Hal demikian, lanjut dia, adalah langkah dan komitmen yang mutlak serta perlu mendapat dukungan dari semua pihak.

- Advertisement -

“Dibutuhkan sinergi antara berbagai kementerian, termasuk Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam). Untuk itu, saya mengusulkan pembentukan tim diplomatik khusus yang dapat mengatasi permasalahan yang kompleks terkait dengan WTO,” ucap Riko.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Jepang Kerahkan 180 Personel Tangani Karhutla

JCCNetwork.id- Pemerintah Jepang mengerahkan 180 personel militernya untuk membantu Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Dukungan tersebut menjadi...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER