JCCNetwork.id- Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) telah mengumumkan Daftar Calon Sementara (DCS) untuk Pemilu Legislatif 2024. Namun, temuan peneliti dari Forum Masyarakat Peduli Pemilu Indonesia (FORMAPPI), Lucius Karus, menyoroti sebuah ketidaksesuaian yang mencolok dalam data yang KPU umumkan.
Dari total 10.323 bacaleg yang diajukan oleh 18 partai politik peserta pemilu, hanya 9.925 calon legislatif yang dinyatakan memenuhi syarat (MS) dan ditetapkan oleh KPU sebagai calon sementara.
Namun, data dari FORMAPPI mengungkapkan perbedaan yang mencolok. Menurut data KPU, jumlah calon legislatif yang memenuhi syarat adalah 9.925 calon. Namun, ketika dihitung berdasarkan jenis kelamin, terdiri dari 6.245 calon laki-laki dan 3.674 calon perempuan, totalnya menjadi 9.919. Ini merupakan ketidaksesuaian yang mencolok dalam perhitungan.
“Ketidaksinkronan pada jumlah keseluruhan caleg yang ditetapkan dalam DCS di atas bersumber dari ketidakcermatan KPU menginput dan menjumlahkan Caleg yang Menenuhi Syarat pada 3 parpol yakni Partai Gelombang Rakyat Indonesia, Partai Garda Republik Indonesia, dan Partai Bulan Bintang,” kata Lucius dalam keterangannya kepada JCCNetwork.
Contohnya, pada Partai Gelombang Rakyat Indonesia, data KPU mencatat jumlah calon legislatif MS sebanyak 396, dengan rincian 252 laki-laki dan 145 perempuan. Namun, penghitungan yang tepat seharusnya menghasilkan jumlah yang sama antara calon legislatif yang Memenuhi Syarat dan total calon laki-laki dan perempuan.
Kejanggalan serupa juga terjadi pada Partai Garda Republik Indonesia dan Partai Bulan Bintang, yang menimbulkan pertanyaan serius tentang kecermatan KPU dalam proses ini. Apakah ini kesalahan yang tidak disadari sebelum pengumuman DCS, atau ada niat tersembunyi di balik ketidaksesuaian ini?
“Ketidaktelitian ini merupakan awal yang buruk bagi kita untuk mengawal Pemilu yang jujur dan adil. Apalagi KPU sendiri nampak tak sedikitpun punya semangat untuk menjamin pemilu yang jurdil ketika mereka lebih suka menutup-nutupi biodata caleg,” tegas Lucius.



