JCCNetwork.id- Cerita kehidupan biasa terduga teroris di balik seragam PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Stasiun Jakarta Kota tak membuat banyak pihak menyangka. Yakni dengan sosok Dananjaya Erbening atau DE. Pria berusia 28 tahun itu ternyata terlibat dalam jaringan teroris, karena berafiliasi dengan ke kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
“Bersangkutan dinas di stasiun Jakarta Kota bagian operasional,” kata Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI), Joni Martinus kepada wartawan.
Joni menjelaskan bahwa DE telah bekerja selama tujuh tahun di KAI dalam bidang operasional. Namun DE senantiasa menjalankan tugasnya dengan tertib tanpa adanya masalah kedinasan. DE selalu mematuhi prosedur dan tidak pernah meninggalkan tugasnya tanpa keterangan.
Mengenai kepribadian, Joni menekankan bahwa DE adalah seorang yang ramah dan terbuka dalam berinteraksi dengan rekan-rekan kerjanya. Dalam kesehariannya, ia selalu bersikap wajar dan tidak mencurigakan.
“Dalam kesehariannya, DE pembawaannya selalu berbaur dan berinteraksi dengan rekan-rekan kerja. Tidak tertutup,” ungkap Joni.
Namun, dampak dari terseretnya DE dalam pusaran terorisme menjadi perhatian serius bagi PT KAI. Joni dengan tegas menyatakan bahwa perusahaan menghormati proses hukum dan mendukung aparat dalam penegakan hukum terhadap oknum karyawan yang terlibat terorisme.
“KAI menghargai proses hukum yang sedang berjalan dan akan mendukung terkait penegakan hukumnya,” tutup Joni.
Cerita Kehidupan Biasa Terduga Teroris di Lingkungan Sekitar
Sementara itu Ketua RT 07, RW 027 Pesona Anggrek, Ichwanul Muslimin menuturkan, DE merupakan warga pendatang. Ia baru tinggal di rumah kontrakan di wilayah itu selama enam bulan. Di lingkungan sekitar, DE suka bergaul. Hal itu lah yang membuat warga tak menyangka ada hal lain dari cerita kehidupan biasa terduga teroris itu,
“Tapi kalau rapat RT Dia dateng, makanya kita ga nyangka,” ucap Pak RT.
Sementara itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah mengambil langkah tegas dengan memblokir rekening DE. Langkah ini sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penindakan terhadap dugaan keterlibatan dalam jaringan terorisme. Tidak hanya karyawan PT KAI itu, tetapi rekening sejumlah pihak terkait juga ikut PPATK blokir.
Fantastisnya, nilai transaksi yang terkait dengan rekening-rekening itu mencapai miliaran rupiah. Hal ini memperlihatkan bahwa kegiatan finansial terkait terorisme bukanlah perkara kecil. Adanya transaksi besar-besaran.
“Ya kami bekukan beberapa rekening milik yang bersangkutan dan beberapa pihak terkait. Saat ini kami koordinasi terus dengan Densus 88,” kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana.
Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menangkap DE di kawasan Harapan Jaya, Bekasi Utara pada Senin (14/8/2023). DE adalah pendukung jaringan teroris ISIS dan aktif dalam mengunggah propaganda melalui media sosial.
Propaganda tersebut berupa pesan motivasi jihad dalam bahasa Arab dan Indonesia yang ditujukan kepada pemimpin ISIS. Dalam penangkapan ini sejumlah barang bukti Tim Densus 88 amankan. Yakni berupa senjata api, buku pedoman agama, bendera ISIS, peluru, buku hingga kamera dan laptop.



