JCCNetwork.id- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Utara melaporkan sebanyak
tiga desa di wilayah tersebut terdampak tanah longsor dan banjir akibat hujan deras.
Bahkan di Kecamatan Ketahun pelapis tebing sepanjang 50 meter runtuh, menyebabkan lapangan futsal tertutup longsor menyebabkan kerugian sebesar Rp350 juta. Selain itu, antara Kecamatan Ketahun dan Kecamatan Putri Hijau, akses jalan terhenti karena amukan banjir.
“Saat ini ada tiga desa yang terdampak akibat hujan yang terjadi, sehingga menyebabkan tanah longsor di tiga wilayah tersebut,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkulu Utara Eka Hendriyadi, Jumat (18/8/2023).
Di Pulau Kecamatan Putri Hijau, Desa Karang juga tidak luput dari dampak banjir. Banjir menggenangi jalan lintas sumatera, menyebabkan empat rumah warga terendam air. Dampak lebih lanjut meliputi satu perahu fiber dan satu mesin kapal yang hanyut, serta 16 jaring penangkap ikan, dengan kerugian mencapai Rp192 juta.
“Serta Desa Purwodadi di Kecamatan Arga Makmur terjadi pohon tumbang yang menimpa kios pedang di Pasar Purwodadi Arga Makmur,” ujarnya.
Beruntungnya, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Meskipun jalan nasional tergenang banjir, kendaraan roda dua maupun roda empat masih dapat melaluinya.
Meski hujan masih turun dengan intensitas sedang di beberapa wilayah seperti Kecamatan Putri Hijau dan Kecamatan Ketahun, pihak BPBD telah berkoordinasi dengan Camat Putri Hijau dan Kepala Desa Lubuk Mindai.
“Pemantauan di lapangan terus dilakukan, Tim TRCD (Tim Reaksi Cepat Darurat) melakukan pembersihan pohon roboh di Pasar Purwodadi Kecamatan Arga Makmur serta melakukan peninjauan lokasi banjir dan longsor di Kecamatan Ketahun dan Putri Hijau,” ujar dia.



