JCCNetwork.id– Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) baru saja merilis hasil survei yang menyoroti bakal calon presiden (Bacapres) dalam Pemilihan Presiden 2024. Hasilnya mengejutkan, dengan Anies Baswedan mendapatkan dukungan lebih tinggi daripada Prabowo Subianto.
“Pada calon presiden mana lebih banyak pemilih yang mantap dan yang lemah tersebut? Survei ini menunjukan Anies 61 persen, dan Prabowo 59 persen,” kata Saiful, Kamis (13/7/2023).
Dalam hasil survei tersebut, Anies menempati posisi kedua dengan perolehan 61 persen sebagai calon presiden, sedangkan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, berada di posisi ketiga dengan 59 persen. Sementara itu, posisi pertama tetap kokoh dipegang oleh Ganjar Pranowo dengan dukungan sebesar 73 persen.
Saiful menjelaskan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara pemilih yang kuat antara Ganjar dengan Anies dan Prabowo.
Selisih antara pemilih yang kuat untuk Ganjar dan Anies sekitar 12 persen, yang secara statistik cukup signifikan. Selanjutnya, selisih pemilih yang kuat antara Ganjar dan Prabowo sekitar 14 persen.
“Maka lebih besar dan signifikan pada pemilih Ganjar Pranowo dibanding pada pemilih Anies dan Prabowo,” papar Saiful.
Namun, Saiful menyebut adanya kemungkinan pengubahan pilihan atau pemilih lemah pada Ganjar hanya 26 persen, Anies 34 persen, dan Prabowo 39 persen, pasalnya jika dilihat dari perbandingan ini, pemilih yang lebih dinamis ada pada Prabowo.
Namun, Saiful juga menyebut adanya kemungkinan perubahan preferensi atau pemilih yang kurang mantap dalam mendukung Ganjar sebesar 26 persen, Anies sebesar 34 persen, dan Prabowo sebesar 39 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pemilih yang lebih dinamis terdapat pada kelompok pendukung Prabowo.
Menurut Saiful, temuan dari survei yang dilakukan pada Mei 2023 ini dapat dimaklumi jika dilihat dari perspektif partai politik. Mengingat partai yang mendukung Prabowo adalah Gerindra, yang berada di posisi ketiga kekuatan di parlemen, masih lebih kecil dibandingkan dengan PDIP.
“Mereka akan menunggu perkembangan apakah akan semakin nyaman mendukung Prabowo atau tidak. Hal yang sama terjadi pada Anies. Dia belum menjadi kader partai tertentu dan belum terlihat memiliki preferensi untuk menjadi anggota partai tertentu,” tutupnya.



