Menerbangkan Layangan Koang Usai Panen Padi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetworrk.id – Banyak cara mengisi liburan sekolah dan akhir pekan. Di antaranya main layangan. Ada satu jenis layangan unik yakni layangan koang, jika diterbangkan muncul suara, “koaaaang, koaaaang, koaaang” saat tertiup angin.

Entah dari mana mulanya layangan itu disebut layangan koang. Memang bentuknya juga unik, mirip binatang belalang sembah alias cangcorang.

- Advertisement -

Layangan ini juga dijual terbatas dipasaran. Selain memang tidak semua orang bisa membuatnya. Salah perhitungan meraut batang bambu layangan koang, berkaibat layangan akan singit tidak manteng di udara saat dimainkan. Butuh dua orang untuk menerbangkan layangan koang.

Untuk tali (benang) juga bukan benang kenur, tapi tali gujir. Hal ini lantaran tenaga layangan koang ini lumayan berat saat terbang melayang tinggi di udara. Lokasi mainnnya juga musti di tanah lapang luas, lebih bagus di tengah sawah saat usai musim panen padi.

Di Bekasi, tahun 80-an masih kerap ditemui dan terdengar bunyi layangan koang di udara. Baik itu siang atau sore hari. Layangan ini tidak bisa diadu, hanya menikmati alunan gesekan tali  koangan yang sudah didesain seperti tali biola.

- Advertisement -

Layangan koang memang terbilang langka saat ini di Bekasi. Faktor lahan bermain, sekaligus bahan baku berupa pohon bambu yang sudah sedikit ditemui di Bekasi membuat tergerus mainan tradisional khas Indonesia tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Venue Berubah, Persija Jakarta Hadapi Tantangan Berat Lawan PSIM Yogyakarta

JCCNetwork.id- Persija Jakarta menghadapi tantangan serius dalam persiapan jelang laga pekan ke-29 Super League setelah perubahan mendadak lokasi pertandingan melawan PSIM Yogyakarta. Pertandingan yang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER