JCCNetwork.id– Para peternak babi di Kota Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluh karena melonjaknya harga pakan ternak.
Dimana sebelumnya harga pakan babi jenis higro 551 berat 50 kg harganya Rp550 ribu, sejak beberapa hari terakhir ini harganya melonjak cukup tajam menjadi Rp770 ribu.
“Harganya pakan babi cukup mahal dalam beberapa hari terkahir,” kata Verdi Da Cunha, salah satu peternak babi asal Kota Atambua, kepada JCCnetwork.id, Senin (17/4/2023).
Menurut Verdy, meningkatnya harga pakan ternak membuat para peternak mengeluh, apalagi saat ini harga daging babi di pasaran terus menurun drastis hingga membuat kebingungan para peternak.
“Sebenarnya pakan itu baik dalam pertumbuhan karena membuat babi cepat besar,tetapi dengan mahalnya pakan ternak maka pertumbuhan babi akan lebih lambat,” ucap Verdy.
Verdy menambahkan, untuk menginisiasi biaya pembelian pakan para peternak terpaksa memberi makan ternak mereka batang pisang sebagai pengganti pakan.
“Resiko dari memberi makan batang pisang itu, babi kelihatan tidak ada isinya dan keliatan tidak ada semangat di kasi makan batang pisang juga hanya memuaskan rasa lapar bukan untuk tamba vitaminnya” tutupnya. (Fandi)
























