JCCNetwork.id- Harga sejumlah komoditas pangan strategis di pasar nasional kembali bergerak naik pada awal pekan. Kenaikan paling mencolok terjadi pada kelompok bawang, cabai, beras, daging ayam, gula, minyak goreng, hingga telur ayam ras.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia yang dipantau pada Senin (10/8/2026), sebagian besar komoditas pangan tercatat mengalami kenaikan dibandingkan harga sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan adanya tekanan harga yang cukup luas pada berbagai kelompok bahan pangan yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Pada kelompok bumbu dapur, bawang merah menjadi salah satu komoditas dengan kenaikan paling signifikan. Harganya tercatat meningkat 19,55 persen hingga mencapai Rp48.000 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada bawang putih. Komoditas tersebut naik 2,76 persen dan berada di level Rp42.750 per kilogram.
Tekanan harga juga terlihat pada komoditas beras. Hampir seluruh kategori beras yang tercatat dalam PIHPS mengalami peningkatan harga.
Beras kualitas bawah I naik 9,15 persen menjadi Rp16.100 per kilogram. Sementara beras kualitas bawah II meningkat 7,22 persen menjadi Rp15.600 per kilogram.
Untuk beras kualitas medium I, harga naik 6,71 persen menjadi Rp17.500 per kilogram. Adapun beras kualitas medium II mengalami peningkatan 3,4 persen sehingga mencapai Rp16.750 per kilogram.
Kenaikan turut terjadi pada beras kualitas super. Beras super I naik 6,21 persen menjadi Rp18.800 per kilogram, sedangkan beras super II meningkat 5,54 persen menjadi Rp18.100 per kilogram.
Pergerakan harga yang cukup tajam juga terjadi pada kelompok cabai. Cabai merah keriting mencatat kenaikan tertinggi di antara komoditas cabai yang mengalami peningkatan, yakni sebesar 30,86 persen. Harganya kini mencapai Rp65.300 per kilogram.
Cabai rawit merah juga mengalami lonjakan sebesar 24,61 persen menjadi Rp72.400 per kilogram. Sementara cabai merah besar naik 14,37 persen ke level Rp56.100 per kilogram.
Namun, tidak seluruh jenis cabai bergerak naik. Harga cabai rawit hijau justru mengalami penurunan 15,11 persen menjadi Rp44.400 per kilogram.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas protein hewani. Daging ayam ras segar tercatat meningkat 13,57 persen menjadi Rp45.600 per kilogram.
Di sisi lain, harga daging sapi menunjukkan pergerakan yang berbeda. Daging sapi kualitas I turun tipis 1,16 persen menjadi Rp149.400 per kilogram. Sedangkan daging sapi kualitas II justru mengalami kenaikan 0,49 persen menjadi Rp142.850 per kilogram.
Komoditas pemanis juga ikut mengalami tekanan harga. Gula pasir kualitas premium naik 13,3 persen menjadi Rp23.000 per kilogram. Sementara gula pasir lokal meningkat 3,14 persen ke posisi Rp19.700 per kilogram.
Kenaikan harga selanjutnya tercatat pada kelompok minyak goreng. Minyak goreng curah mengalami peningkatan 4,16 persen dan berada di level Rp21.300 per liter.
Minyak goreng kemasan bermerek I bahkan naik 6,79 persen menjadi Rp25.950 per liter. Adapun minyak goreng kemasan bermerek II naik lebih tipis, yakni 0,85 persen menjadi Rp23.650 per liter.
Harga telur ayam ras segar juga mengalami kenaikan pada awal pekan. Berdasarkan catatan PIHPS, harga komoditas tersebut meningkat 7,29 persen hingga mencapai Rp31.650 per kilogram.
Dengan kenaikan yang terjadi pada berbagai kelompok pangan tersebut, perkembangan harga di tingkat nasional menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat. Komoditas seperti beras, cabai, bawang, telur, minyak goreng, dan gula merupakan kebutuhan yang memiliki frekuensi konsumsi tinggi sehingga perubahan harganya dapat cepat terasa di tingkat rumah tangga.
Data PIHPS juga memperlihatkan bahwa kenaikan harga tidak terjadi secara merata pada seluruh komoditas. Sejumlah bahan pangan masih mengalami penurunan, seperti cabai rawit hijau dan daging sapi kualitas I.
Perbedaan arah pergerakan tersebut menunjukkan bahwa kondisi pasokan dan permintaan masing-masing komoditas masih menjadi faktor penting dalam pembentukan harga pangan di pasar.
Kenaikan harga sejumlah komoditas pada awal pekan ini juga perlu dicermati untuk melihat apakah tren tersebut hanya bersifat sementara atau berlanjut dalam beberapa hari mendatang. Pergerakan harga pangan biasanya menjadi salah satu indikator yang turut diperhatikan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat.
Dengan posisi harga beras yang hampir seluruh kategorinya meningkat, ditambah lonjakan pada bawang dan sejumlah jenis cabai, perkembangan harga pangan pada pekan kedua Agustus 2026 diperkirakan masih menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dan masyarakat.























