JCCNetwork.id- Pemerintah mendorong penguatan peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Papua agar tidak sekadar menjadi tempat transaksi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Koperasi tersebut diarahkan menjadi pusat layanan terpadu yang menghubungkan berbagai program pemerintah dengan masyarakat di tingkat desa.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pengembangan KDMP merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap program pembangunan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di daerah.
Menurut dia, koperasi dapat menjadi titik temu berbagai layanan yang selama ini disalurkan melalui sejumlah jalur berbeda. Dengan sistem tersebut, masyarakat desa diharapkan tidak perlu mengakses berbagai program pemerintah melalui banyak lembaga atau lokasi.
“Koperasi Desa Merah Putih dipastikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja, tetapi menjadi simpul distribusi berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial, pupuk bersubsidi, hingga penyerapan hasil pertanian dan perikanan,” kata Zulkifli Hasan, Senin (10/8/2026).
Di Papua, konsep tersebut dinilai memiliki arti strategis karena koperasi dapat berperan dalam memperpendek rantai distribusi sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kondisi geografis Papua yang memiliki wilayah luas dan sejumlah daerah dengan akses transportasi yang menantang membuat keberadaan pusat layanan di tingkat desa menjadi penting.
Melalui KDMP, pemerintah menyiapkan integrasi sejumlah kebutuhan masyarakat, mulai dari bantuan sosial, pupuk bersubsidi, LPG 3 kilogram, bantuan tunai, hingga dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Tidak hanya menyalurkan bantuan, koperasi juga diproyeksikan menjadi tempat penyerapan hasil produksi masyarakat. Produk pertanian dan perikanan yang dihasilkan warga dapat disalurkan melalui koperasi sehingga diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha di desa.
Alsintan Dikelola Bersama
Salah satu perubahan yang disiapkan pemerintah berkaitan dengan pengelolaan alat dan mesin pertanian. Pemerintah mengarahkan agar bantuan alsintan tidak lagi hanya ditempatkan pada kelompok tani tertentu, melainkan dikelola melalui koperasi.
Skema tersebut memungkinkan fasilitas pertanian dimanfaatkan secara bersama oleh masyarakat. Dengan demikian, keberadaan alsintan diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan, tetapi dapat menjadi sarana untuk meningkatkan produktivitas pertanian desa.
Pengelolaan melalui koperasi juga diharapkan membuat pemanfaatan alat pertanian menjadi lebih terorganisasi. Masyarakat yang membutuhkan fasilitas tersebut dapat mengaksesnya melalui kelembagaan koperasi yang berada lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal mereka.
Pemerintah melihat pola tersebut sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi desa. Koperasi tidak hanya menjalankan fungsi perdagangan, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung kegiatan produksi masyarakat.
Setiap KDMP Disiapkan Truk
Untuk memperkuat distribusi, pemerintah juga menyiapkan dukungan sarana transportasi bagi KDMP. Setiap koperasi direncanakan memperoleh satu unit truk yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan operasional.
Kendaraan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengangkut kebutuhan pokok, menyalurkan berbagai bantuan, serta membawa hasil pertanian dan perikanan dari masyarakat menuju titik distribusi atau pasar.
Dukungan transportasi menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan KDMP di Papua. Ketersediaan kendaraan di tingkat koperasi diharapkan dapat membantu mengurangi hambatan distribusi barang, terutama menuju wilayah yang memiliki tantangan akses geografis.
Dengan adanya sarana tersebut, koperasi diharapkan mampu memainkan peran sebagai penghubung antara masyarakat desa, pemerintah, dan pasar.
Perkuat Ketahanan Pangan
Penguatan KDMP juga dikaitkan dengan agenda ketahanan pangan nasional. Pemerintah berharap koperasi dapat membantu memastikan ketersediaan sarana produksi sekaligus memperlancar pemasaran hasil produksi masyarakat.
Integrasi tersebut dinilai dapat memberikan manfaat dari sisi hulu hingga hilir. Masyarakat memperoleh akses terhadap pupuk, alsintan dan kebutuhan produksi lainnya, sementara hasil pertanian maupun perikanan dapat diserap dan disalurkan melalui koperasi.
Jika berjalan optimal, skema tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memberikan kepastian yang lebih baik bagi pelaku usaha desa dalam memasarkan produknya.
Zulkifli Hasan menilai pengembangan koperasi harus diarahkan untuk menciptakan pusat aktivitas ekonomi yang benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Melalui langkah tersebut, kami berharap Koperasi Desa Merah Putih dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperlancar penyaluran berbagai program pemerintah di Papua,” tutur Zulkifli Hasan.
Pemerintah berharap keberadaan KDMP pada akhirnya dapat memperkuat kemandirian ekonomi desa. Integrasi layanan dalam satu kelembagaan juga diharapkan membuat manfaat program pembangunan lebih mudah diterima masyarakat.
Di Papua, penguatan koperasi sekaligus menjadi bagian dari pendekatan pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama perekonomian desa. Dengan dukungan distribusi, sarana produksi, akses bantuan, serta pemasaran hasil pertanian dan perikanan, KDMP diharapkan mampu membuka peluang usaha baru dan meningkatkan produktivitas masyarakat.
Langkah tersebut juga diarahkan untuk memperluas pemerataan manfaat pembangunan hingga ke tingkat desa. Pemerintah menargetkan koperasi tidak berhenti sebagai lembaga ekonomi, tetapi berkembang menjadi salah satu fondasi pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan di daerah.
Jika seluruh fungsi tersebut dapat berjalan secara terintegrasi, KDMP diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat hubungan antara program pemerintah dan kebutuhan nyata masyarakat desa di Papua.









