JCCNetwork.id-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp20.394.976.776 dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per akhir 2025.
Selain memperoleh penghasilan sebagai kepala daerah, Dedi juga memiliki usaha di sektor riil serta pendapatan dari kanal YouTubebl pribadinya.
Berdasarkan data LHKPN, mayoritas aset Dedi Mulyadi berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp13,44 miliar.
Ia juga tercatat memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp7,97 miliar, harta bergerak lainnya sebesar Rp3,97 miliar, serta kas dan setara kas sebesar Rp229,98 juta.
Setelah dikurangi utang senilai Rp5,22 miliar, total kekayaan bersihnya mencapai Rp20,39 miliar.
Di luar laporan kekayaan tersebut, Dedi diketahui menjalankan sejumlah usaha yang bergerak di bidang pertanian, peternakan, dan persawahan.
Hasil dari usaha tersebut menjadi salah satu sumber pendapatannya di luar jabatan sebagai gubernur.
Sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2025–2030, Dedi menerima gaji dan tunjangan sesuai ketentuan dalam APBD Jawa Barat Tahun Anggaran 2025.
Dokumen APBD mencatat alokasi gaji dan tunjangan gubernur sebesar Rp2.215.627.310 untuk satu tahun anggaran.
Sementara itu, dana operasional gubernur dan wakil gubernur dialokasikan sebesar Rp28,8 miliar, yang diperuntukkan bagi pelaksanaan tugas pemerintahan dan bukan merupakan penghasilan pribadi.
Dedi Mulyadi juga aktif mengelola kanal YouTube “Kang Dedi Mulyadi”.
Berdasarkan estimasi Social Blade, kanal yang memiliki sekitar 9,1 juta pelanggan itu berpotensi menghasilkan pendapatan berkisar antara US$11 ribu hingga US$183 ribu atau sekitar Rp198 juta hingga Rp3,29 miliar.
Nilai tersebut merupakan estimasi berdasarkan performa kanal dan bukan angka resmi yang dipublikasikan oleh pemilik akun.
Dedi Mulyadi, yang lahir di Subang pada 11 April 1971, memulai karier politiknya sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta pada 1999.
Kariernya kemudian berlanjut sebagai Wakil Bupati Purwakarta pada 2003, Bupati Purwakarta pada 2008, hingga akhirnya terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat untuk masa jabatan 2025–2030.
























