JCCNetwork.id- Seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun berinisial FP meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah kobakan air yang berada di area bekas galian proyek Nindya Karya (NK), RW 04, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (30/10/2026) sore.
Peristiwa nahas tersebut terjadi ketika korban bersama seorang rekannya menceburkan diri ke dalam kobakan yang tergenang air. Namun, kedua anak tersebut diduga tidak memiliki kemampuan berenang yang memadai sehingga mengalami kesulitan saat berada di dalam air.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri membenarkan adanya insiden yang menyebabkan satu anak meninggal dunia tersebut. Menurut dia, dalam kejadian itu terdapat dua anak yang sempat meminta pertolongan setelah tidak mampu menyelamatkan diri dari kobakan air.
“Korban dan saksi 1 langsung terjun menceburkan diri. Karena tidak bisa berenang, korban dan saksi 1 kemudian meminta tolong,” ujar Bobi saat dihubungi pada Sabtu (31/10), dikutip.
Berdasarkan keterangan kepolisian, kejadian tersebut diketahui setelah terdengar teriakan minta tolong dari salah satu anak yang berada di sekitar lokasi galian. Suara tersebut menarik perhatian warga sekitar dan seorang pengendara mobil yang kebetulan melintas di kawasan tersebut.
Mendengar teriakan tersebut, warga bersama orang yang berada di lokasi segera mendatangi kobakan air untuk memberikan pertolongan. Mereka kemudian berupaya mengangkat kedua anak yang berada di dalam genangan air tersebut.
Namun, kondisi kedua anak saat berhasil dievakuasi berbeda. FP ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri setelah diduga lebih dahulu tenggelam. Sementara itu, rekannya yang menjadi saksi dalam peristiwa tersebut masih dalam kondisi sadar sehingga berhasil diselamatkan.
“Teriakan saksi didengar oleh warga yang saat itu sedang lewat menggunakan mobil dan langsung menolong korban serta saksi 1. Namun, saat ditolong korban sudah tenggelam tidak sadarkan diri, sedangkan saksi 1 masih sempat sadar dan diselamatkan,” lanjut Bobi.
Melihat kondisi FP yang sudah tidak sadarkan diri, warga segera membawanya ke Rumah Sakit Pekerja Sukapura, Jakarta Utara, untuk memperoleh pertolongan medis. Korban diharapkan dapat segera mendapatkan penanganan darurat guna menyelamatkan nyawanya.
Akan tetapi, upaya penyelamatan tersebut tidak membuahkan hasil. Setelah menjalani pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dokter jaga rumah sakit menyatakan FP telah meninggal dunia.
Sementara itu, seorang anak lainnya yang berhasil diselamatkan langsung dibawa pulang ke rumahnya setelah mendapatkan pertolongan di lokasi kejadian.
Bobi mengatakan, setelah dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit, jenazah FP kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan sebelum dimakamkan oleh keluarga.
“Melihat korban tidak sadarkan diri, warga sekitar langsung membawa korban ke RS Pekerja Sukapura dan dinyatakan sudah meninggal oleh dokter jaga IGD RS Pekerja. Sementara saksi 1 langsung dibawa pulang ke rumahnya. Saat ini korban sudah disemayamkan di rumah duka untuk dikebumikan,” pungkas Bobi.
Kobakan Diduga Digunakan untuk Operasional Proyek
Selain mengungkap kronologi tenggelamnya korban, kepolisian juga memperoleh keterangan mengenai keberadaan kobakan air di area bekas galian proyek tersebut.
Berdasarkan informasi dari saksi di lapangan, genangan air yang menjadi lokasi kejadian diduga merupakan bagian dari lubang galian yang sengaja dibuat oleh pekerja proyek untuk menunjang kebutuhan operasional.
Area tersebut disebut-sebut digunakan sebagai tempat pencucian kendaraan atau armada yang beroperasi dalam kegiatan proyek.
Keberadaan kobakan air di kawasan tersebut menjadi perhatian setelah insiden yang merenggut nyawa seorang anak itu terjadi. Terlebih, lokasi tersebut diduga dapat dijangkau oleh masyarakat, termasuk anak-anak yang berada di sekitar lingkungan permukiman.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengamanan area bekas galian maupun lokasi pekerjaan konstruksi yang memiliki genangan air. Pengawasan dan pembatasan akses diperlukan untuk mencegah masyarakat, khususnya anak-anak, mendekati kawasan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri menegaskan bahwa korban telah dibawa ke rumah duka setelah dinyatakan meninggal dunia oleh dokter IGD RS Pekerja Sukapura.
Insiden tersebut meninggalkan duka bagi keluarga korban sekaligus menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan di sekitar area bekas galian proyek di wilayah Cilincing, Jakarta Utara.
























