Arus Balik Lebaran 2026 Padati Semua Moda Transportasi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Arus balik Lebaran 1447 Hijriah mulai menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai jalur transportasi menuju Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Kepadatan terjadi serentak di jalan tol, jalur arteri, penyeberangan laut, hingga moda transportasi massal pada Rabu (25/3/2026).

Di sektor darat, lonjakan kendaraan menuju wilayah Jabotabek terpantau meningkat tajam. Data PT Jasamarga Transjawa Tol mencatat sebanyak 85.453 kendaraan telah melintas melalui Gerbang Tol Cikampek Utama hingga Selasa (24/3/2026) malam. Arus kendaraan didominasi pemudik dari arah Jawa Tengah.

- Advertisement -

Perwakilan PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paalo, menyebut volume lalu lintas terus mengalami kenaikan pada malam hari. Dalam rentang waktu pukul 20.00 hingga 21.00 WIB saja, jumlah kendaraan yang melintas mencapai sekitar 70 ribu unit.

“Volume lalu lintas sudah naik. Sekitar pukul 20.00 sampai 21.00 WIB malam tadi saja sudah mencapai sekitar 70 ribu kendaraan,” jelas Ria.

Untuk mengantisipasi kepadatan, pengelola jalan tol bersama kepolisian menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, seperti sistem satu arah (one way), contraflow, serta penambahan gardu transaksi di titik-titik krusial.

- Advertisement -

Secara kumulatif, PT Jasa Marga mencatat sekitar 1,7 juta kendaraan telah kembali ke wilayah Jabotabek selama periode 11 hingga 23 Maret 2026. Jumlah tersebut diperkirakan baru mencapai separuh dari total kendaraan arus balik tahun ini. Puncak arus balik diprediksi masih akan terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026.

“Puncak arus balik diperkirakan terus meningkat pada 24, 28, dan 29 Maret 2026,” tegas Rivan.

Kepadatan juga terjadi di jalur arteri nasional, terutama di Pantai Utara (Pantura). Di wilayah Cirebon, lebih dari 114 ribu kendaraan tercatat melintas menuju Jakarta hingga Selasa siang, dengan dominasi kendaraan roda dua.

Di sektor penyeberangan, arus balik dari Sumatera ke Jawa mengalami peningkatan signifikan. Pelabuhan Bakauheni mencatat pergerakan penumpang mencapai 91.657 orang pada H+2 Lebaran, meningkat 58,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan serupa juga terjadi di lintasan Ketapang–Gilimanuk dengan total 38.212 penumpang.

“Jumlah ini naik signifikan sebesar 58,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ungkapnya.

Operator penyeberangan menerapkan berbagai langkah pengendalian, seperti sistem penundaan (delay), pemeriksaan tiket lebih ketat, serta optimalisasi armada kapal dan dermaga guna mencegah penumpukan.

Sementara itu, moda transportasi massal juga mencatat lonjakan kedatangan penumpang. PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta melaporkan sebanyak 52.926 penumpang tiba di sejumlah stasiun utama pada H+3 Lebaran, dengan volume kedatangan yang melampaui jumlah keberangkatan.

Di sektor penerbangan, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat hampir dua juta penumpang telah dilayani selama periode angkutan Lebaran. Pergerakan pesawat mencapai lebih dari 13 ribu penerbangan. Pada hari ini, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 190 ribu orang, dengan puncak arus balik diprediksi terjadi pada 28 Maret 2026.

“Hari ini kami merencanakan melayani sekitar 190 ribu penumpang, namun puncaknya tetap diprediksi pada Sabtu, 28 Maret mendatang,” pungkas Heru.

Seluruh operator transportasi mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan dan mematuhi arahan petugas guna memastikan keselamatan serta kelancaran perjalanan selama periode arus balik Lebaran.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Aset PLN Rp380 Miliar Diselamatkan di Jakbar

JCCNetwork.id-Aset negara milik PT PLN (Persero) senilai lebih dari Rp380 miliar berhasil diamankan setelah melalui proses hukum di wilayah Jakarta Barat. Keberhasilan tersebut ditandai dengan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER