Gunung Marapi Erupsi, Kolom Abu Capai 3.000 Meter

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Aktivitas vulkanik Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali meningkat. Gunung api yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar tersebut mengalami erupsi pada Rabu malam (5/2/2026) pukul 22.25 WIB. Letusan terjadi saat sebagian besar warga tengah beristirahat, sehingga dentuman yang ditimbulkan sempat mengejutkan masyarakat di sekitar lereng gunung.

Sejumlah warga melaporkan suara ledakan keras terdengar jelas dari berbagai kawasan, antara lain Simpang Bukik Batabuah, Kubang Putiah, hingga Sungai Puar. Selain dentuman, semburan material pijar juga tampak keluar dari kawah, terlihat cukup jelas dari permukiman penduduk yang berada di radius beberapa kilometer dari puncak gunung.

- Advertisement -

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bukittinggi mencatat kolom abu yang dihasilkan letusan tersebut mencapai ketinggian sekitar 3.000 meter di atas puncak kawah. Kolom abu berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal teramati condong ke arah timur laut, mengikuti arah angin saat kejadian.

Berdasarkan catatan instrumental, erupsi terekam jelas pada seismograf dengan amplitudo maksimum 30,3 milimeter dan durasi sekitar 87 detik. PVMBG menyebutkan, erupsi ini merupakan letusan dengan kolom abu tertinggi yang tercatat sepanjang tahun 2026.

Petugas Pos PGA Marapi PVMBG Bukittinggi, Teguh Firmansyah, menjelaskan bahwa secara visual terlihat adanya semburan material dari kawah.

- Advertisement -

“Pengamatan visual tadi terlihat ada semburan. Mungkin areanya masih di sekitar area kawah. Angin bertiup lemah ke arah Timur Laut. Untuk saat ini belum ada informasi terjadinya hujan abu,” ujar petugas Pos PGA Marapi PVMBG Bukittinggi, Teguh Firmansyah.

Pada waktu yang hampir bersamaan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mencatat adanya aktivitas gempa bumi tektonik dengan magnitudo 1,9. Gempa tersebut berlokasi sekitar enam kilometer barat daya Kota Bukittinggi. Meski berkekuatan kecil, gempa ini turut menambah kekhawatiran warga di sekitar kawasan Gunung Marapi.

Sepanjang periode pengamatan Kamis (5/2/2026), Gunung Marapi tercatat mengalami tiga kali erupsi. Tinggi kolom abu bervariasi, mulai dari 600 meter hingga mencapai 3.000 meter, disertai peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik yang terus dipantau secara intensif oleh petugas.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. PVMBG kembali mengingatkan masyarakat, pendaki, dan wisatawan untuk tidak beraktivitas di dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya letusan susulan.

Selain itu, warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi aliran lahar hujan apabila terjadi curah hujan tinggi. Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan masker apabila terjadi hujan abu guna mengurangi risiko gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan.

PVMBG dan instansi terkait memastikan pemantauan aktivitas Gunung Marapi akan terus dilakukan secara berkelanjutan, sembari mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang namun waspada serta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Jukir Liar Cengkareng Ditertibkan, Tujuh Orang Diamankan

JCCNetwork.id-Aksi juru parkir liar kembali memicu keresahan di kawasan exit tol menuju lampu merah Cengkareng dari arah Kembangan, Jakarta Barat. Keluhan publik mencuat setelah beredarnya...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER