BMKG Pantau Bibit Siklon 91S, Cuaca Ekstrem Mengintai

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi keberadaan bibit siklon tropis yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa, 6 Januari 2026. Sistem cuaca tersebut diperkirakan dapat memengaruhi pola hujan, angin kencang, serta kondisi laut dalam beberapa hari ke depan.

Prakirawan BMKG, Bintari, menjelaskan bahwa bibit siklon yang diberi kode 91S saat ini terpantau berada di wilayah Samudera Hindia bagian barat daya Lampung. Berdasarkan hasil pemantauan, sistem tersebut memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 40 knot atau sekitar 75 kilometer per jam dan bergerak ke arah tenggara hingga selatan.

- Advertisement -

“Secara umum, potensi bibit siklon tropis 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 hingga 72 jam ke depan dalam kategori sedang hingga tinggi,” jelas Bintari dalam informasi cuaca, Selasa, 6 Januari 2026.

BMKG menilai peluang bibit siklon 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam kurun waktu 48 hingga 72 jam ke depan berada pada tingkat sedang hingga tinggi. Kondisi ini membuat potensi dampak cuaca signifikan perlu diantisipasi oleh masyarakat dan pemerintah daerah di wilayah terdampak.

Selain itu, bibit siklon tersebut memicu terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin atau konvergensi-konfluensi yang memanjang dari wilayah Samudera Hindia barat daya Lampung. Sirkulasi siklonik juga terpantau di beberapa perairan lain di Indonesia, yang memperkuat dinamika atmosfer di kawasan tersebut.

- Advertisement -

BMKG menegaskan bahwa kondisi atmosfer yang tidak stabil ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan, terutama di sekitar pusat sirkulasi siklonik dan sepanjang jalur pertemuan angin. Dampaknya, sejumlah wilayah diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Dalam peringatan dini cuaca, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang berpeluang terjadi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara, serta Papua Pegunungan. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga diperkirakan terjadi di beberapa wilayah lain yang masuk dalam kategori waspada.

Untuk wilayah Indonesia bagian barat, BMKG memperingatkan potensi hujan disertai petir di sejumlah kota besar, antara lain Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Banjarmasin, dan Tanjung Selor. Adapun hujan ringan diperkirakan meluas di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.

Kondisi cuaca berawan hingga berawan tebal berpotensi terjadi di Pontianak, Bengkulu, dan Yogyakarta, sementara Padang diprakirakan mengalami fenomena asap atau kabut yang dapat mengurangi jarak pandang.

Di kawasan Indonesia timur, BMKG mencatat potensi hujan lebat di Mamuju, sedangkan Denpasar, Sorong, dan Merauke berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang. Hujan ringan diperkirakan terjadi secara merata di sebagian besar wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Selain itu, kondisi udara kabur juga berpotensi terjadi di Palu.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana hidrometeorologi, untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan tetap waspada terhadap kemungkinan dampak lanjutan seperti banjir, tanah longsor, serta gangguan aktivitas pelayaran dan penerbangan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Al-Nassr Kunci Gelar, Tumbangkan Damac 4-1 di Laga Penentu

JCCNetwork.id-Cristiano Ronaldo resmi membawa Al-Nassr menjuarai Saudi Pro League musim 2025-2026 setelah meraih kemenangan 4-1 atas Damac FC pada laga penutup musim, Jumat (22/5/2026)...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER