JCCNetwork.id- Kereta Cepat Whoosh rute Jakarta–Bandung mencatat kinerja angkutan yang tinggi selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Sepanjang periode tersebut, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) melaporkan total penumpang yang dilayani mencapai 362.979 orang, dengan rata-rata volume harian melampaui 20 ribu penumpang.
Capaian tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan kondisi normal. KCIC mencatat volume penumpang harian Whoosh pada hari biasa berada di kisaran 16–18 ribu penumpang. Selama Nataru 2025/2026, angka itu meningkat sekitar 26 persen, seiring tingginya mobilitas masyarakat pada momen libur akhir tahun.
Puncak pergerakan penumpang terjadi pada 24 Desember 2025. Pada satu hari tersebut, Whoosh mengangkut sebanyak 24.439 penumpang, menjadi volume tertinggi sepanjang periode angkutan Nataru.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan peningkatan jumlah penumpang menjadi perhatian utama perusahaan dalam menjaga kualitas layanan.
“Selama masa Nataru, KCIC berfokus menjaga keandalan operasi dan kualitas layanan di tengah peningkatan volume penumpang,” kata General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa, di Jakarta, Senin (5/1).
Dari sisi distribusi penumpang, Stasiun Halim tercatat menjadi stasiun dengan volume tertinggi. Selama periode Nataru 2025/2026, Stasiun Halim melayani 179.026 penumpang atau sekitar 49,3 persen dari total penumpang Whoosh. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Padalarang dengan 130.035 penumpang atau setara 35,8 persen.
Sementara itu, Stasiun Tegalluar Summarecon melayani 42.064 penumpang atau sekitar 11,6 persen dari total penumpang. Adapun Stasiun Karawang mencatatkan volume 11.854 penumpang atau sekitar 3,3 persen selama masa angkutan libur akhir tahun tersebut.
Untuk mendukung tingginya permintaan, KCIC mengoperasikan sebanyak 62 perjalanan Whoosh per hari sepanjang masa Angkutan Nataru 2025/2026. Dari aspek keandalan operasi, kinerja ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) tercatat sangat tinggi. OTP keberangkatan mencapai 99,9 persen, sementara OTP kedatangan berada di angka 98,6 persen.
Meski demikian, KCIC masih mencatat adanya keterlambatan, meskipun dalam skala sangat kecil. Rata-rata keterlambatan keberangkatan hanya sekitar 0,6 detik, sedangkan rata-rata keterlambatan kedatangan tercatat sekitar 7,2 detik.
KCIC menilai capaian tersebut mencerminkan kesiapan operasional Whoosh dalam menghadapi lonjakan penumpang pada periode libur panjang, sekaligus menunjukkan peran kereta cepat sebagai moda transportasi andalan masyarakat dalam mendukung mobilitas antarkota Jakarta–Bandung.




