Dikelilingi Gurun, Saudi Arabia Tetap Impor Pasir Konstruksi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id-Saudi Arabia dan sejumlah negara Teluk tercatat masih mengimpor pasir konstruksi berkualitas tinggi dari luar negeri, meskipun wilayahnya didominasi oleh gurun pasir.

Ketergantungan ini dipicu oleh kebutuhan material khusus untuk proyek-proyek infrastruktur berskala besar yang tidak dapat dipenuhi oleh pasir gurun lokal.

- Advertisement -

Data perdagangan menunjukkan negara-negara seperti Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab (UEA) mengimpor pasir dari Australia, China, hingga Belgia.

Impor tersebut digunakan untuk mendukung pembangunan megaproyek, termasuk NEOM, Qiddiya, dan The Red Sea Project di Saudi Arabia, serta deretan pencakar langit di UEA.

Kebutuhan impor muncul karena karakteristik pasir gurun dinilai tidak sesuai untuk konstruksi modern.

- Advertisement -

Pasir gurun terbentuk akibat erosi angin dalam jangka waktu sangat panjang, sehingga butirannya menjadi halus dan cenderung membulat.

Kondisi ini membuat pasir sulit berikatan kuat ketika dicampur dengan semen dan air untuk menghasilkan beton berkualitas tinggi.

Beton sendiri tersusun atas semen, air, dan agregat.

Agregat berperan besar dalam menentukan kekuatan struktur dan dapat mencakup hingga 80 persen volume beton.

Pasir sebagai bagian dari agregat harus memiliki permukaan kasar dan sudut tajam agar mampu saling mengunci dan memperkuat struktur beton.

Jenis pasir yang memenuhi standar tersebut umumnya berasal dari lingkungan berair, seperti dasar sungai, danau, atau laut.

Proses alami di lingkungan tersebut menghasilkan butiran pasir yang lebih bersudut dan kasar dibandingkan pasir gurun.

Jurnalis investigasi Vince Beiser dalam bukunya The World in a Grain menyebut penggunaan pasir gurun untuk beton ibarat membangun dari tumpukan kelereng, bukan dari bata kecil yang saling mengunci.

“membangun sesuatu dari tumpukan kelereng, bukan tumpukan bata kecil”.

Menurut Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), konsumsi pasir global mencapai sekitar 50 miliar ton per tahun, menjadikannya material padat yang paling banyak diekstraksi di dunia.

Namun, hanya sebagian kecil dari jumlah tersebut yang layak digunakan untuk konstruksi bangunan.

Australia menjadi salah satu pemasok utama pasir silika dan pasir konstruksi berkualitas tinggi.

Pada 2023, nilai ekspor pasir Australia mencapai sekitar US$273 juta dan menempatkan negara tersebut sebagai eksportir pasir terbesar kedua di dunia.

Saudi Arabia tercatat sebagai salah satu negara pengimpor, dengan nilai impor pasir konstruksi alami dari Australia sekitar US$140.000 pada tahun yang sama.

Isu impor pasir kembali menjadi perhatian publik pada 2024 seiring percepatan proyek ambisius Saudi Arabia dalam kerangka Visi 2030.

Proyek-proyek tersebut membutuhkan beton dalam volume besar dengan spesifikasi material ketat yang tidak dapat dipenuhi oleh pasir lokal.

Kondisi serupa juga terjadi di UEA dan Qatar.

Pembangunan Burj Khalifa di Dubai, gedung tertinggi di dunia dengan ketinggian 828 meter, menjadi contoh paling jelas.

Proyek tersebut tidak menggunakan pasir gurun sama sekali karena tidak memenuhi standar kekuatan struktural.

Pasir konstruksi untuk Burj Khalifa diketahui diimpor dari Australia.

Selain untuk gedung bertingkat, pasir impor di UEA juga digunakan dalam produksi kaca, pembangunan pulau buatan seperti Palm Jumeirah, serta proyek reklamasi pantai.

Pembangunan Palm Jumeirah saja menghabiskan sekitar 186,5 juta meter kubik pasir laut, yang secara signifikan menguras cadangan lokal.

Laporan kebijakan UNEP pada 2024 menyebut urbanisasi cepat dan pembangunan masif di Timur Tengah sebagai faktor utama meningkatnya permintaan pasir konstruksi global.

Dalam konteks tersebut, impor pasir dinilai bukan lagi sekadar alternatif, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur modern di kawasan tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Harry Kane Kandidat Ballon d’Or 2026

JCCNetwork.id – Harry Kane mengaku bangga setelah namanya masuk dalam daftar kandidat peraih Ballon d'Or 2026.Penyerang Bayern Munich itu menjadi salah satu unggulan berkat...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Khofifah Ceritkan Kembali Soal Pesawat Jokowi Tembus Asap Karhutla Kalimantan
09:05
Video thumbnail
Meriah! Tarian Bollywood Sambut Kedatangan Prabowo di India
02:19
Video thumbnail
Begini Pemandangan Saat Gubernur Sherly Hadir di Paripurna DPRD Malut
10:11
Video thumbnail
Ini Tantangan Sesungguhnya RUU Perampasan Aset
08:03
Video thumbnail
DPRD Malut Puji Perjuangan Gubernur Sherly Selamatkan TPP ASN Yang Sudah di Ujung Tanduk
08:27
Video thumbnail
KDM Dapat Penghormatan Spesial, DPRD Jabar Lengkap di Rapat Paripurna
08:45
Video thumbnail
Ahli Peringatkan Bahaya Insentif Uang dalam Perampasan Aset #shorts #trending
01:41
Video thumbnail
Ahli Peringati Bahaya Insentif Uang dalam Penegakan Hukum Perampasan Aset
08:04
Video thumbnail
Gaya Berwibawa Sherly Tjoanda Pidato di Depan DPRD Malut
10:02
Video thumbnail
RUU Perampasan Aset Harus Batasi Kekuasaan Aparat
10:21
Video thumbnail
Momen Gibran Minta Maaf kepada Warga saat Tinjau Karhutla Kalimantan
05:31
Video thumbnail
KDM Singgung Uang Jabar Masih Disimpan Kemenkeu
01:11
Video thumbnail
KDM Ungkap Dana Bagi Hasil Pajak Jabar yang Tertunda Sejak 2023
09:04
Video thumbnail
BGN Perketat Seleksi, 27 Ribu Dapur SPPG Diuji Kelayakan
05:53
Video thumbnail
Prioritaskan Wilayah 3T, Sudaryono Pangkas Ribuan Sekolah Penerima MBG #shorts #trending
02:48
Video thumbnail
Ribuan Sekolah Dicoret dari Penerima MBG, Sudaryono Prioritaskan Wilayah 3T & Stunting Tinggi
03:45
Video thumbnail
KDM Blak-blakan Soal Anggaran Jabar Bukan Tak Punya Uang, Dana Masih di Kemenkeu
08:55
Video thumbnail
DPR Desak Pengawasan Ketat RUU Perampasan Aset agar Tak Disalahgunakan Aparat
08:59
Video thumbnail
Status Anak Gunung Krakatau Naik Jadi Siaga, Warga Diminta Waspada! Ini Pesan BNPB-Kemenkes
15:38
Video thumbnail
Jaksa Disekolahkan Mahal untuk Sikat Koruptor, Kok Malah Sibuk Ngurus Lelang Aset? #shorts
01:29

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER