JCCNetwork.id- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mencopot Charles Holland Taylor dari posisi penasihat khusus Ketua Umum PBNU untuk urusan internasional. Pencopotan ini terkait dengan isu dugaan Zionisme yang tengah berkembang di internal organisasi.
Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membenarkan keputusan tersebut yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 4780/PB.23/A.II.10.71/99/11/2025, yang ditandatangani oleh Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar.
Gus Ipul menegaskan bahwa penjelasan lengkap mengenai keputusan ini akan disampaikan secara resmi oleh jajaran Syuriah PBNU.
“Otoritas penyelesaian berada di jajaran Syuriah PBNU yang dipimpin Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam,” kata Gus Ipul.
Persoalan ini ditangani sebagai ranah internal organisasi. Gus Ipul meminta seluruh jajaran, khususnya pengurus wilayah dan cabang, untuk bersabar, tenang, dan tidak berspekulasi menunggu pernyataan resmi serta arahan dari otoritas tertinggi, yaitu jajaran Syuriah yang dipimpin Rais Aam.
Krisis internal ini memuncak dengan beredarnya risalah rapat harian Syuriyah PBNU yang meminta Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) untuk mengundurkan diri. Rapat menilai adanya pelanggaran serius, termasuk pengundangan narasumber terkait jaringan Zionisme dalam program kaderisasi AKN NU dan indikasi masalah tata kelola keuangan.
Rapat Syuriyah memberikan waktu tiga hari kepada Gus Yahya untuk mundur secara sukarela. Jika tidak, ia akan diberhentikan secara tidak hormat dari jabatannya berdasarkan ketentuan organisasi. Keputusan final ini merupakan hasil musyawarah Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam.



