Nadiem Jalani Pemeriksaan Ketiga di Kejagung

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, Kamis (4/9/2025). Agenda ini menjadi kali ketiga Nadiem diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek Digitalisasi Pendidikan 2019–2022, khususnya terkait pengadaan laptop Chromebook.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan adanya agenda pemeriksaan tersebut. Namun, ia enggan membeberkan rincian materi yang akan ditanyakan penyidik.

- Advertisement -

“Besok (Kamis 4 September) datang saja, pagi,” katanya, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (3/9).

Kuasa hukum Nadiem, Mohammad Ali, memastikan kliennya memenuhi panggilan penyidik Jampidsus Kejagung. Ia menyebut Nadiem dijadwalkan hadir pada pukul 09.00 WIB.

“Hadir, jam 09.00 WIB,” ungkap Kuasa Hukum Nadiem, Mohammad Ali saat dikonfirmasi, dikutip Kamis (4/9).

- Advertisement -

Pernyataan serupa juga disampaikan kuasa hukum lainnya, Ricky Saragih, yang menegaskan bahwa Nadiem dipanggil untuk pemeriksaan dalam kapasitas saksi. Kendati demikian, Ricky tidak merinci persiapan yang dilakukan mantan pendiri GoJek itu menjelang agenda pemeriksaan.

Sejauh ini, Nadiem masih berstatus saksi. Ia sudah dua kali menjalani pemeriksaan di Kejagung, yakni pada 23 Juni 2025 dan 15 Juli 2025. Pemeriksaan kali ini disebut penting karena penyidik tengah memperdalam peran sejumlah pihak dalam proyek digitalisasi pendidikan yang berlangsung di masa kepemimpinannya di Kemendikbudristek.

Kejagung sendiri telah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Salah satunya adalah mantan staf khusus Nadiem ketika ia menjabat sebagai Mendikbudristek. Meski demikian, penyidik menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap Nadiem dilakukan untuk menguatkan konstruksi perkara, bukan berarti ia otomatis menjadi tersangka.

Kasus dugaan korupsi pengadaan Digitalisasi Pendidikan 2019–2023 ini menyedot perhatian publik karena melibatkan proyek bernilai triliunan rupiah. Proyek tersebut semula ditujukan untuk menunjang proses belajar mengajar berbasis digital di sekolah, namun diduga terjadi penyimpangan dalam pengadaan dan distribusi perangkat.

Nadiem dijadwalkan tiba di Gedung Bundar Kejagung pada pagi hari untuk menjalani pemeriksaan. Publik menantikan keterangan resmi yang akan disampaikan penyidik usai agenda tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

DPR Minta Kenaikan BBM Tak Picu Harga Pangan

JCCNetwork.id- Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim mengingatkan pemerintah agar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tidak memicu lonjakan harga kebutuhan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER