Program Tapera Beban Berat Tambahan Bagi Buruh

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita Silaban, mengeluarkan pernyataan keras menentang program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang digulirkan pemerintah. Menurutnya, program ini merupakan beban berat bagi para buruh yang telah merasakan tekanan ekonomi yang cukup besar.

“Sangat sedikit apa namanya sentuhan pemerintah dengan kita dengan tingkat buruh untuk hal ini dan bagi kami ini (Tapera) sangat berat Pak 2,5% kenaikan upah saja kan hanya Rp200.000 misalnya 1 tahun tapi kami harus dan kalau sekarang kita sudah mikir 4% + 2,5% 6,5% gaji di Jakarta misalnya 5,6 juta itu kan harus bayar RP325.000,” ujar Elly Rosita mengutip dialog KompasTV.

- Advertisement -

Menurutnya, program Tapera ini langsung diwajibkan kepada para buruh, padahal mayoritas dari mereka memiliki penghasilan yang sangat minim.
Di mana banyak dari mereka yang sudah memiliki tanggungan cicilan, seperti kredit perumahan, motor, atau mobil. Dengan adanya tambahan beban Tapera ini, mereka merasa semakin tertekan secara finansial.

“Dengan ini mereka keberatan sehingga pemerintah juga jangan kaget nanti ketika serikat buruh akan memmobilisir aksi-aksi penolakan, karena memang ini sangat berat bagi kami saat ini,” ucapnya.

Pernyataan ini menyoroti ketegangan antara pemerintah dan serikat buruh terkait kebijakan ekonomi yang dianggap memberatkan para buruh, yang bisa memicu potensi aksi protes lebih lanjut dalam waktu dekat.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Tiga Pelaku Jambret Ponsel Turis Asing Dibekuk

JCCNetwork.id- Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengungkap kasus penjambretan yang menimpa seorang warga negara asing asal Jerman di kawasan Sawah Besar,...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER