Haidar Alwi: Bansos Bukan Mainan Politik Rakyat Butuh Cepat, Bukan Ditunda!

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi menilai pencairan bansos dengan cara dirapel tidak perlu dipolitisasi. Sebab, hal ini bukanlah yang pertama kali terjadi tapi juga pernah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.

“Bukan tahun ini saja, tahun-tahun sebelumnya juga sering dirapel. Seharusnya tidak perlu dipolitisasi. Jangan halangi pemerintah untuk membantu rakyat yang membutuhkan. Apalagi sebentar lagi memasuki bulan Ramadan,” kata R Haidar Alwi, Jumat (2/2/2024).

- Advertisement -

Adapun bansos yang pernah dirapel di antaranya BLT El Nino periode November-Desember 2023 yang cair di Desember 2023, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) periode Mei -Juni 2023 yang cair di Juni 2023, BLT dan BPNT periode April-Juni 2022 yang cair di April 2022, dan lain-lain.

“Ada yang rapelannya cair di akhir periode dan ada juga rapelannya yang cair di awal periode. Jadi kalau misalkan yang dipermasalahkan kenapa bansos 2024 rapelannya cair di awal, itu tidak tepat karena sebelumnya juga pernah cair di awal periode,” tutur R Haidar Alwi.

Dirinya mengingatkan bahwa bansos adalah untuk rakyat, bukan untuk pejabat atau politisi. Dengan demikian pencairannya melihat permasalahan dan kebutuhan rakyat.

- Advertisement -

“Rakyat itu maunya yang cepat. Kalau bisa cair di awal kenapa harus ditunda? Kalau bisa dipercepat kenapa harus diperlambat? Politisi kan maunya diperlambat untuk kepentingan politik mereka. Tapi bantuan itu kan untuk rakyat, rakyat yang merasakan kesulitan,” ungkap R Haidar Alwi.

Oleh karena itu, ia mempertanyakan pihak-pihak yang mendiskreditkan Presiden Jokowi seolah-olah pencairan bansos dengan cara dirapel adalah untuk kepentingan pemilu.

“Justru pihak-pihak yang mempermasalahkan inilah yang sebenarnya memanfaatkan momentum pemilu untuk mempolitisasi pencairan bansos dengan cara dirapel karena kebetulan tahun ini bertepatan dengan momentum pemilu,” kata R Haidar Alwi.

Ia menduga pihak-pihak tersebut sengaja mempolitisasi bansos karena dilatarbelakangi oleh kecemburuan dan ketakutan terhadap Presiden Jokowi.

“Mereka cemburu melihat kedekatan dan kemesraan Pak Jokowi dengan pihak lain sehingga mereka khawatir dan takut Pak Jokowi bersama para pendukungnya tidak berpihak kepada mereka di pemilu nanti. Mereka takut kalah,” jelas R Haidar Alwi.

Menurutnya, atas alasan itulah kemudian banyak pihak terus berupaya menggerus kepercayaan publik terhadap Presiden Jokowi. Serangan-serangan politik tidak hanya menargetkan Presiden Jokowi, tapi juga menyasar orang-orang di sekitarnya.

“Mulai dari isu Pak Jokowi memihak 02, isu perpecahan di kabinet sampai pencairan bansos dijadikan bahan untuk menyerang beliau. Bahkan Mensesneg Pratikno pun juga ikut diserang, dipukul melalui media,” tegas R Haidar Alwi.

Sebelumnya, pemerintah akan menyalurkan bansos berupa bantuan langsung tunai Rp 200 ribu per bulan untuk periode Januari-Maret. Pencairan dirapel tiga bulan atau sekaligus Rp 600 ribu pada Februari. Sejumlah pihak lantas menuduh Presiden Jokowi mempolitisasi bansos karena Februari adalah bulan pemilu.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Alcaraz Juara Erste Bank Open 2026

JCCNetwork.id – Petenis Spanyol Carlos Alcaraz berhasil merebut gelar juara Erste Bank Open 2026 setelah mengalahkan wakil Australia, Alex de Minaur, dalam partai final...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Lawan Mafia Beras, Mentan Amran Siapkan Hadiah Buat Warga yang Berani Lapor #shorts #trending
01:54
Video thumbnail
Mentan Amran Siapkan Hadiah bagi Warga yang Berani Laporkan Mafia Beras SPHP
08:05
Video thumbnail
Tersangka Penyadapan Prabowo Bertambah, Irjen SU Diduga Beri Izin kepada Irjen AS #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Kasus Sadap Prabowo Kian Melebar, Irjen SU Diduga Izinkan Irjen AS Lakukan Penyadapan
05:44
Video thumbnail
Detik-Detik Gubernur Sherly Tampil Cantik di Hadapan Tim Kemendagri saat Presentasi
12:28
Video thumbnail
Di Tengah Gejolak Internal Polri, Suyudi Dapat Dukungan dan Bimbingan dari Para Senior #shorts
01:28
Video thumbnail
Di Tengah Kasus Penyadapan, Suyudi Dapat Dukungan Barisan Jenderal Senior Eks Kapolri
02:32
Video thumbnail
Rocky Gerung Blak-blakan soal Penyadapan, Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Singgung Kasus Penyadapan, Rocky Gerung Sebut Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap
08:26
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini
08:46
Video thumbnail
Sorotai Gejolak Internal Polri, Menko Dudung Minta Masyarakat Jangan Resah #shorts #trending
01:50
Video thumbnail
Di Tengah Ramainya Isu Penyadapan dan Gejolak Polri, Ini Pesan Menko Dudung untuk Rakyat
02:11
Video thumbnail
Detik-Detik Hakim Suhartoyo Cecar Pemohon yang Tak Kenakan Toga #shorts #trending
01:48
Video thumbnail
Momen Hakim Suhartoyo Tegur Pemohon Uji UU Polri Tak Pakai Toga: Tidak Usah Ikut Sidang
09:05
Video thumbnail
Mengingat Pidato Prabowo, Pernah Singgung Pertandingan Jenderal-Jenderal #shorts #trending
01:24
Video thumbnail
Flashback Pidato Prabowo, Singgung Pertandingan Jenderal, Kini Muncul Dugaan Penyadapan Presiden
10:13
Video thumbnail
Detik Detik Jokowi Buka Semua Ijazah di Hadapan Roy Suryo Cs #shorts #trending
00:51
Video thumbnail
Detik-Detik Jokowi Disambut Para Pendukung Saat Tiba di PN Jaktim #shorts #trending
00:51
Video thumbnail
Yusril Ungkap Ancaman Hukuman Bagi Listyo Sigit Cs Buntut Penyadapan Presiden #shorts #trending
01:57

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER