JCCNetwork.id- Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan bahwa kenaikan harga pangan akibat peristiwa El Nino telah memberikan dampak signifikan pada perekonomian global, termasuk Indonesia. Khususnya, harga beras mengalami peningkatan yang cukup drastis selama enam bulan terakhir, yang pada akhirnya menyebabkan tingginya tingkat inflasi, terutama dalam sektor pangan.
Menurut Menkeu, pemerintah bersama dengan Badan Pangan Nasional dan Bulog telah melakukan kolaborasi aktif untuk memastikan pasokan beras tetap stabil hingga musim tanam dan panen berikutnya. Hal ini bertujuan untuk menghindari gangguan dalam pasokan beras yang bisa mempengaruhi ketersediaan dan harga beras di pasar.
“Harga beras kita lihat meningkat cukup tajam dalam enam bulan terakhir dan ini menyebabkan juga volatile inflation yang berasal dari food menjadi salah satu kontributor terbesar,” ujar Menkeu, dikutip dari laman Kemenkeu, Rabu (8/11/2023).
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) yang dapat menjaga daya beli masyarakat. Bantuan ini diterima oleh 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan besaran Rp200 ribu per bulan.
Total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp7,52 triliun. Kemudian, pemerintah juga berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui percepatan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR).



