Chelsea Deal! Arsenal Tebus Haverzt Rp 1,1 Triliun

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id– Kai Haverzt resmi direkrut Arsenal dari Chelsea dengan klausal harga 60 juta pound (Rp 1,1triliun). Penawaran ini memantapkan hati The Blues untuk melepas sang pemain ke tangan Mikael Arteta.

Gelandang serang timnas Jerman itu sebelumnya telah setuju untuk merapat ke Emirates Stadium. Diketahui jadwal tes medis akan diumumkan dalam waktu dekat.

- Advertisement -

Sebelumnya Haverzt mengalami tekanan pada musim akhir 2022/2023 sebab Chelsea terpuruk di posisi 12 klasemen liga Inggris. Hal ini merupakan suatu dorongan kuat yang membuat Haverzt tinggalkan Stanford Brigade.

Musim ini Haverzt hanya mencatatkan 9 gol dan satu assist dari 47 penampilan kala membela Chelsea di semua kompetisi.

Penurunan performa terbaiknya yang membulatkan tekad The Blues untuk melepas sang gelandang serang berpaspor Jerman itu ke The Gunners.

- Advertisement -

Havertz sendiri dibeli Chelsea dari Bayer Leverkusen pada tahun 2020 sebesar 73 juta Pounds.Namun tiga musim membela Chelsea justru dibuka pintu buat Arsenal.

Meski demikian negosiasi pertama kedua klub gagal lantaran belum mencapai kesepakatan terkait soal. Dilansir dari Daily Mail, Chelsea mematok harga 75 juta Pounds atau setara Rp 1,4 triliun buat penjualan Kai Havertz.

Klausul harga itu terlalu mahal sehingga tidak disanggupi Arsenal. The Gunners pada proposal pertamanya, menawarkan harga 40 juta Pounds atau setara Rp 769 miliar

Update terkini diinformasikan pakar transfer Fabrizio Romano, Chelsea melunak. The Blues akan turunkan harga Kai Havertz di kisaran angka 60 juta Pounds atau setara Rp 1,1 triliun!

Jika Arsenal menyepakati harga tersebut maka mereka berhak mengaet gelandang serang berusia 24 tahun itu dari Stanford Brigade.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Tiga Pelaku Jambret Ponsel Turis Asing Dibekuk

JCCNetwork.id- Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengungkap kasus penjambretan yang menimpa seorang warga negara asing asal Jerman di kawasan Sawah Besar,...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER