Bayi 6 Bulan Tewas dalam Kebakaran Rumah di Semarang

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Cendana Timur, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga penghuni rumah mengalami luka bakar.

Salah satu korban, bayi berusia enam bulan berinisial AN, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RS Hermina Banyumanik. Bayi tersebut mengalami luka bakar dalam insiden yang diduga bermula dari kebocoran gas elpiji dan disertai ledakan di bagian dapur.

- Advertisement -

Selain AN, dua korban lainnya yakni AM, anak berusia empat tahun, dan seorang asisten rumah tangga berinisial N yang diperkirakan berusia sekitar 50 tahun. Ketiganya berada di dalam rumah ketika kebakaran terjadi.

Setelah kejadian, warga mengevakuasi seluruh korban ke RS Hermina Banyumanik untuk mendapatkan penanganan medis. Informasi awal menyebutkan ketiga korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan berbeda, dengan luka bakar pada tubuh korban diperkirakan mencapai sekitar 70 persen.

Kapolsek Banyumanik Kompol Hengky Prasetyo mengatakan polisi segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Petugas kemudian mengamankan area kejadian, melakukan pemeriksaan awal, serta mendata korban dan saksi.

- Advertisement -

“Begitu menerima laporan, anggota langsung mendatangi lokasi untuk memastikan situasi aman, melakukan pengecekan awal, mendata korban dan saksi, serta berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat, khususnya korban yang membutuhkan pertolongan,” ujar Kompol Hengky dikutip Jumat (28/8/2026).

Menurut keterangan awal saksi, sebelum api membesar terdengar suara ledakan kecil dari dalam rumah. Beberapa saat kemudian, asap terlihat keluar dari bagian belakang bangunan.

Warga yang berada di sekitar lokasi juga mencium bau asap yang cukup kuat. Mereka kemudian berupaya melakukan pemadaman awal dengan menggunakan peralatan yang tersedia sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran dan kepolisian.

Petugas pemadam kebakaran Kota Semarang mengerahkan tiga unit mobil pemadam ke lokasi. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 12.15 WIB. Setelah kobaran api dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.

Ketika kebakaran berlangsung, kedua orang tua AM dan AN diketahui sedang bekerja. Sementara itu, ketiga korban berada di dalam rumah.

Polisi menduga sumber awal kebakaran berada di bagian belakang rumah. Dugaan sementara tersebut masih dalam proses penyelidikan untuk memastikan kaitannya dengan kebocoran gas elpiji maupun ledakan yang dilaporkan terdengar sebelum api muncul.

Hengky menegaskan polisi belum menetapkan penyebab pasti kebakaran. Petugas masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi lokasi kejadian.

“Untuk penyebab kebakaran masih kami dalami. Kami tidak ingin menyimpulkan terlalu dini. Petugas masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan memeriksa kondisi di lokasi untuk mengetahui secara pasti bagaimana kebakaran tersebut terjadi,” katanya.

Pasca-kebakaran, personel Polsek Banyumanik tetap melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Polisi juga melakukan pendataan terhadap kerusakan, korban, serta saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan permukiman, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan gas, instalasi listrik, kompor, dan berbagai peralatan rumah tangga.

Polisi mengimbau masyarakat memeriksa secara berkala kondisi peralatan rumah tangga yang berpotensi menjadi sumber kebakaran. Pemeriksaan juga perlu dilakukan terhadap kabel, stop kontak, sambungan listrik, serta perangkat elektronik yang digunakan sehari-hari.

Masyarakat diminta tidak menggunakan kabel maupun peralatan yang sudah rusak. Sebelum meninggalkan rumah, warga juga diingatkan memastikan kompor telah dimatikan, peralatan listrik yang tidak diperlukan dalam kondisi aman, serta tidak ada sumber api yang masih menyala.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi kabel, stop kontak, sambungan listrik, dan peralatan elektronik. Jangan menggunakan kabel atau peralatan yang sudah rusak. Ketika meninggalkan rumah, pastikan kompor, peralatan listrik, dan sumber api lainnya dalam kondisi aman,” ucapnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

170 Pendaki Semeru Dievakuasi

JCCNetwork.id- Sekitar 170 pendaki masih berada di kawasan perkemahan Ranu Kumbolo setelah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup total jalur pendakian...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER